Didi Kempot, Sosok Fenomenal Penyelamat Budaya Bangsa di Tengah Gempuran K-Pop

0

Beepdo.com – Nama Didi Kempot bisa jadi akan terus diingat dalam beberapa tahun ke depan setelah kepergiannya menghadap ilahi, Selasa (05/5) pagi. Hal ini lantaran ia salah satu dari sedikit musisi tanah air yang konsisten membawakan lagu Campursari, genre musik kontemporer Indonesia dan perpaduan budaya bangsa dengan sentuhan seni modern.

Campursari yang dipopulerkan Didi Kempot bisa menjadi angin penyejuk untuk mempertahankan identitas musik asli Indonesia di tengah gempuran genre musik asing mulai dari rock, reggae, ska dan juga K-Pop yang begitu masif.

Didi Kempot via Okezone

Minat kepada campursari ini menjadi keberkahan tersendiri untuk mempertahankan salah satu warisan budaya Indonesia, terutama di tanah Jawa. Hari ini, bahkan kaum milenial pun menggemari lagu campursari yang dibawakan oleh sang maestro, “Godfather of Broken Heart” julukan Didi Kempot.

Mengawali karir dari bawah, nama Didi saat ini berkibar hingga luar negeri. Sudah sejak tahun 1993 penyanyi asal Solo ini berkiprah di luar negeri, tepatnya di Suriname Amerika Selatan. Pamornya terangkat di sana berkat lagu Cidro yang pernah dibawakannya.

Didi Kempot via Instagram

Tak berhenti di Suriname, aksi panggung Didi Kempot berlanjut hingga ke benua Eropa. Ia bahkan sempat mengerjakan proses rekaman lagu Layang Kangen di Rotterdam Belanda di tahun 1996. Di tahun 1998, Didi Kempot pulang ke Indonesia dan berselang setahun kemudian kembali menelurkan lagu hits Stasiun Balapan yang menjadi awal melejitnya karir di Indonesia.

Zaman berubah dengan cepat, fenomena melejitnya Didi Kempot di industri musik nasional ini bisa dikatakan sebagai ‘renaissance’ istilah filsuf yang artinya kelahiran kembali. Karena Didi Kempot melahirkan kembali kecintaan anak muda kepada akar musik yang menjadi identitas bangsa.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.8kFans
344Followers
705kSubscribers
90.2kFollowers