Permintaan Sederhana Sapardi Djoko Damono Sebelum Meninggal Dunia

Beepdo.com – Salah satu sastrawan kenamaan Indonesia, Sapardi Djoko Damono telah tutup usia pada Minggu (19/7) pagi. Dia meninggal dunia di usia 80 tahun, saat sedang menjalani perawatan di RS Eka Hospital, BSD, Tangerang.

Putri Bungsu Sapardi mengenang momen di hari ayahnya meninggal dunia. Pagi hari sebelum tutup usia, mendiang menolak diberi sarapan. Alih-alih memakan sesuatu, dia lebih memilih diberikan segelas teh hangat untuk diminum.

“Biasa kan pasti ada sarapan di rumah sakit, lalu dikasih teh hangat segala macam. Tapi makannya sudah sulit kan, jadi sempat ditanya ‘mau apa?’, bapak jawab ‘mau minum teh’ gitu sih,” ungkap Bawuk, putri Sapardi, saat ditemui di TPU Giritama Bogor pada Minggu (19/7).

Sapardi Djoko Damono (Kompas)

“Ibu sih yang ngasih. Sedikit minum juga, ditawarin yang lain-lain udah nggak mau ‘udah teh aja’ katanya,” lanjutnya.

Sapardi meninggal dunia pada pukul 09.17 WIB di rumah sakit. Selama beberapa hari belakangan, dia dirawat karena mengalami penurunan fungsi organ. Meski demikian, beberapa hari ini pihak keluarga memang kesulitan menjenguk karena aturan jam besok yang ketat.

“Untungnya kemarin maksa untuk nemenin. Ada saat tadi pagi (Sapardi Djoko Damono meninggal),” lanjut Bawuk. Jenazah diketahui telah dimakamkan secara privat, dan hanya dihadiri orang dekat. Pasalnya, keluarga tak mau ada kerumunan di lokasi pengebumian.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers