Biodata Sisca Soewitomo, Pesohor Boga yang Memutuskan Gantung Panci

Beepdo.com, Jakarta Pakar kuliner legendaris Indonesia Sisca Soewitomo membawa kabar mengejutkan. Wanita berusia 71 tahun yang selama belasan tahun menemani masyarakat Indonesia untuk memasak melalui program televisi “Aroma” memutuskan untuk gantung panci. Apakah Sisca Soewitomo pension dari dunia kuliner Tanah Air?

Dalam sebuah foto yang diunggahnya ke Instagram @sisca.soewitomo pada Selasa, 4 Agustus 2020 Sisca membuat sebuah caption yang langsung mengejutkan banyak followersnya. “Sahabat-sahabatku tercinta, setelah puluhan tahun saya di dunia kuliner dan ribuan resep yang sudah saya ciptakan, ini mungkin saat yang tepat untuk gantung panci,” tulis Sisca.

Biodata Sisca Soewitomo, Pesohor Boga yang Memutuskan Gantung Panci. (Instagram @sisca.soewitomo)

 

Postingan tersebut pun langsung dipenuhi dengan berbagai komentar dari netizen yang mengaku sedih, namun tetap mendoakan yang terbaik buat Sisca. “Inget banget dulu pas masih TK hobinya pagi-pagi hari Sabtu nonton bu Sisca. Pokoknya nggak mau berangkat sekolah kalau nonton aroma,” tulis seorang netizen.

Banyak netizen yang menceritakan kenangannya semasa kecil ketika hampir setiap minggunya Sisca nongol di televisi untuk memberikan resep-resepnya. Setidaknya Sisca selama 11 tahun membawakan program masak-memasak  di stasiun televisi Indosiar. “Bagaimana pemirsa, mudah bukan membuatnya,” begitulah kalimat yang diucapkan Sisca usai memberikan resepnya.

Itu pulalah yang bakalan dikangenin dari Sisca.  Dalam sebuah wawancaranya dengan CNN Indonesia, Sisca sempat mengatakan bahwa dirinya adalah “bintang adegan panas” di layar kaca. “Saya itu bintang adegan panas,” kata Sisca. “Dari tahun 1997 sampai 2008 masak di TV bagaimana nggak panas, partnernya kompor,” tambahnya.

Biodata Sisca Soewitomo, Pesohor Boga yang Memutuskan Gantung Panci. (Instagram @sisca.soewitomo)

 

Dalam wawancara tersebut Sisca pun menceritakan kecintaannya terhadap makanan Indonesia dan ia ingin menunjukkan pada dunia kalau makanan Indonesia layak disajikan di kancah internasional. “Kita harus menduniakan sajian Indonesia. Belajar dari kesuksesan Jepang, Korea, mereka covering all over the world kenapa kita tidak,” jelas Sisca.

Ketertarikan Sisca terhadap dunia kuliner Indonesia memang sudah muncul sejak ia kecil. Berawal dari hanya melihat kegiatan ibunya memasak di dapur. “Dahulu toko-toko dan restoran-restoran yang membuat kue itu belum banyak. Maka yang buat kue untuk sajian di rumah itu nenek saya dan ibu saya sendiri. Dari situ saya melihat, ikut bersama mengerjakan,” ungkap Sisca dalam acara Opini di Kompas TV edisi Selasa (13/2/2020).

Sebelum akhirnya terjun ke dunia kuliner, wanita kelahiran Surabaya, 8 April 1949 ini sempat mencicipi kuliah jurusan kedokteran di Universitas Trisakti. Namun takdir berkata lain karena kuliah kedokterannya tidak selesai. Tak lama berhenti kuliah Sisca menikah dan memiliki seorang anak. Tapi ternyata setelah itu muncul keinginannya untuk bersekolah kembali.

Sisca akhirnya mengambil kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Siapa yang menyangka ternyata keahlian Sisca memang di dunia masak. Sisca sempet beberapa kali mendapatkan beasiswa, pertama beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika Serikat lalu kedua beasiswa dari sekolah membuat dimsum yang ada di Taipe.

Biodata Sisca Soewitomo, Pesohor Boga yang Memutuskan Gantung Panci. (Instagram @sisca.soewitomo)

 

Usai bersekolah, Sisca mendapatkan tawaran menjadi pembawa acara untuk “Aroma”. Nama Sisca Soewitomo semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya membagikan resepnya diacara televisi saja, tetapi Sisca juga mengeluarkan buku-buku resep yang ditulisnya untuk memudahkan para penggemarnya yang ingin praktik langsung.

Setidaknya Sisca Soewitomo telah menulis 150 buku resep. Atas pencapaian di dunia kuliner Sisca sempat mendapatkan penghargaan, salah satunya Ubud Food Festival Lifetime Achievement Award pada 2016 lalu. Puluhan tahun memasak, ternyata Sisca tak ingin dipanggil sebagai chef. Ia hanya mau disebut sebagai pesohor boga.

“Saya adalah guru. Itu bedanya. Makanya saya bilang saya pesohor boga,” jelas Sisca Soewitomo seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (5/8/2020). “Kalau chef saya harus bagian produksi. Memang pernah (di produksi) tapi di pabrik, lain itu,” ungkapnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
19.8kFans
345Followers
708kSubscribers
90.2kFollowers