Rachel Maryam Beri Klarifikasi Koma dan Juga Terima Kasih Kepada Donor Asi Ussy Sulistiawaty

0

Beepdo.com – Simpang siur kabar dan kondisi Rachel Maryam kini mendapatkan titik terang. Melalui pesan yang diterima dari pihak Rachel, Beepdo mendapatkan informasi terkait kondisinya dan juga aksi sosial Ussy Sulistiawaty yang menjadi donor asi kepada bayi Rachel yang baru lahir.

Dalam rilis yang dikirimkan pihak Rachel, selain membahas kondisi serta kronologi, Rachel juga berikan kabar gembira kondisi si kecil yang baru lahir dan diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air. Bayi Eijaz lahir dengan berat badan 3,78 kg kini dalam kondisi sehat di RS Bunda Menteng Jakarta. Berikut rilis dari pihak Rachel selengkapnya.

Assalamualaikum kepada semua sahabat dan kerabat semua.
Alhamdulillah pada hari Jumat, pukul 6.43 WIB, tanggal 2 Oktober 2020 yang lalu telah lahir anak kami Muhammad Eijaz Mata Air dengan selamat dan sehat wal afiat di RS Bunda Menteng, Jakarta. Dengan berat badan 3780gr dan tinggi 50cm.

Terima kasih atas semua doa dan dukungan dari semua pihak yang terus mengalir selama ini, baik ketika masih dalam masa kehamilan maupun pasca kelahiran.

Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespon semua pesan, doa dan dukungan yg masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar.
Namun kamu sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua.

Kepada teman-teman wartawan, mohon maaf sampai hari ini kami belum bisa memberikan keterangan pers. Namun untuk meluruskan berita yang kurang tepat diluar, maka ijinkan kami sedikit berbagi cerita mengenai pengalaman kami ini.

Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilngan banyak darah yg membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah. Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel “ditidurkan” atau dibuat “tidak sadar” selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. (Jadi berita bahwa Rachel “koma” sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya “ditidurkan”).

Pada kesempatan ini kami juga ingin berterima kasih kepada RS Bunda, Dinkes DKI Jakarta dan PMI Indonesia yang telah ikut membantu kami dalam mencari dan menyediakan darah transfusi untuk Rachel.

Terima kasih juga ingin kami sampaikan yang sebesar-besarnya kepada orang-orang berhati mulia, mama Arum dan mama Ussy Sulistiawaty yang sudah membantu mendonorkan ASI-nya untuk anak kami Eijaz selama kami melewati masa sulit ini.

Alhamdulillah hari ini Rachel sudah lewat masa kritis dan masuk masa pemulihan. Rachel sudah dirawat dikamar biasa dan tidak perlu dirawat di ICU lagi. Rachel juga sudah bertemu dengan bayinya dan sangat bahagia.

Semoga semua pihak yang sudah ikut membantu kami baik dalam tindakan, perhatian dan doa diberikan kebaikan yang berlipat oleh Allah SWT.
Salam sayang kami,

-Edo, Rachel dan Kale.

Rachel Maryam (Instagram)

Selain terima kasih kepada Mama Arum dan Ussy Sulistiawaty, lewat rilis di atas ini pula pihak Rachel Maryam ingin berterima kasih kepada RS Bunda, Dinkes DKI Jakarta dan PMI Indonesia yang sudah membantu menyediakan pasokan darah untuk tranfusi Rachel. Kini keadaan Rachel sudah melewati masa krisis dipertemukan kembali dengan sang bayi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat