Ini Kiat yang Dilakukan Desainer Perhiasan di Bali Bertahan Saat Pandemi Corona

0

Beepdo.com,- Pariwisata ditunjang oleh beragam sub sektor yang satu sama lain terkait, seperti perhotelan, hiburan, kuliner, perhiasan dan souvenir. Saat pandemi  corona melanda semuanya terdampak. Termasuk industri perhiasan yang menjadi pendukung pariwisata. Namun Sri Astutik  salah seorang desainer perhiasan di Bali punya kiat sendiri untuk bertahan.

Bali tak hanya memiliki keindahan panorama alam yang dikenal hingga ke manca negara. Bali juga disebut sebagai sebuah pulau yang banyak melahirkan seniman-seniman andal Indonesia. Keahlian-keahlian para seniman seperti seniman musik, seni lukis, ukir kayu, ukir batu hingga seniman perhiasan, diketahui juga banyak mendatangkan wisatawan yang bertujuan untuk melihat ataupun memiliki karya-karya para seniman tersebut.

Salah satu sudut jalan di Legian Bali yang tampak sepi karena masih banyak toko, hotel restoran yang tutup. Padahal sebelum pandemi kawasan ini amat ramai. (Beepdo.com)

Salah satu seniman perhiasan di Bali yang karyanya banyak dikenakan oleh para public figure merupakan seorang seniman perhiasan bernama Sri Astutik. Berawal dari ketertarikannya dengan dunia perhiasan serta permata, membuat wanita yang akrab di sapa Tutik ini pada tahun 2006 mencoba berkecimpung di dunia yang disukainya dengan membuka sebuah showroom perhiasan yang diberi nama Astutik Jewellery.

Dengan banyaknya minat dari para pecinta perhiasan permata yang menjadi langganan setianya, Tutik –begituia biasa disapa– pun mulai mengeluarkan perhiasan-perhiasan dengan brandnya sendiri di tahun 2010. Atas prestasi serta kepiawaiannya dalam merombak keindahan batu permata menjadi sebuah perhiasan yang sangat cantik, membuatnya mendapatkan sebuah piagam MPRI (Media Prestasi Rekor Indonesia). Bahkan penyerahan penghargaan MPRI tersebut pun terlihat sangat spesial karena diserahkan langsung oleh sang founder yaitu Casko Wibowo yang di dampingi aktor film Aliff Alli.

Aktivitas merancang perhiasan di Astutik Jewellery. (Istimewa)

Ketika Tutik yang ditemui di showroomnya di kawasan Renon Denpasar, Bali, ditanya apakah pada masa pandemi covid-19 ini bidang usaha yang didirikannya ini ikut merasakan dampaknya. Wanita berdarah Jawa ini mengungkapkan 50 persen pelanggan setianya merupakan owner hotel maupun pengusaha yang berkecimpung dalam dunia pariwisata, sehingga usahanya pun juga sedikit banyak turut merasakan dampak masa pandemi Covid-19.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat