Sebelum Punah, Kamu Wajib Saksikan 5 Upacara Adat Ini. Nomor 2 Keren!

0

Beepdo.com – Jakarta – Banyak sekali upacara adat di Indonesia. Sebagian dari upacara adat itu, sudah punah dan tak dapat kita saksikan lagi hingga saat ini.

Namun, di beberapa daerah di Indonesia masih banyak juga yang melestarikan kebudayaan mereka. Dan kamu dapat menyaksikannya sebelum upacara-upacara adat ini punah.

Penasaran apa saja upacara adat itu, simak ini:

1. Tiwah

Tiwah (Infobudaya)

Upacara adat Tiwah adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai bentuk pengantaran roh leluhur. Upacara ini dilakukan dengan cara memindahkan dan mensucikan sisa jasad dari dalam kubur ke tempat yang bernama sandung. Sedikit seram memang membayangkan mayat yang sudah tinggal tulang belulang diarak dan dipindahkan ke tempat baru. Namun justru keunikan ini yang jadi daya tarik upacara adat Tiwah.

2. Pasola

Pasola (PariwisataNTT)

Kalau kamu main ke Nusa Tenggara Timur, pastikan kamu datang ketika upacara adat Pasola dilakukan, yakni pada bulan Februari atau Maret. Upacara ini merupakan upacara paling epic karena dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lebih dari 100 orang saling serang menggunakan tombak dari kayu lengkap dengan baju perang adat. Tenang, nggak ada korban jiwa dari perang-perangan ini karena kayu yang digunakan ujungnya tumpul. Tujuan diadakan upacara ini adalah untuk menyampaikan doa kepada Tuhan agar panen mereka berhasil.

3. Kebo-Keboan

Kebo-Keboan (OsingDeles)

Masyarakat Desa Alasmalang, Banyuwangi, melakukan upacara adat Kebo-Keboan tiap tahunnya untuk meminta turunnya hujan di saat kemarau panjang. Puncak upacara ini adalah prosesi menanam bibit padi dan membajak sawah. Sesuai namanya, sejumlah orang menggunakan pakaian mirip kerbau dan bertingkah sesuai pola tingkah kerbau pada umumnya. Orang-orang tersebut kadang juga kesurupan dan akan mengejar orang lain yang mencoba mencuri bibit padi yang baru ditanam.

4. Tabuik

Tabuik (MediaMaimbau)

Upacara adat ini dilakukan pada tanggal 10 Muharam dalam kalender Islam oleh masyarakat pantai Barat, Sumatra Barat. Tabuik merupakan serapan dari bahasa arab, ‘tabut’, yang berarti mengarak. Sesuai namanya, sebuah ornamen bernama Tabuik diarak oleh pemikul yang berjumlah 40 orang menuju ke laut diikuti oleh rombongan pemusik yang semakin memeriahkan arak-arakan ini. Sesampainya di laut, Tabuik akan dilarung atau dihanyutkan. Masyarakat sekitar percaya bahwa upacara ini dapat membuang sial.

Menarik? Jangan hanya melihat, beepdolover. Cobalah untuk terlibat dan melestarikannya juga untuk generasi mendatang.

5. Etu

Tinju adat Etu (Gaedegambarist)

Etu adalah upacara pagelaran tinju adat yang dilakukan masyarakat Flores untuk menguji kejantanan antar pemuda. Berbeda dengan tinju konvensional, sarung tinju yang dikenakan petinju etu hanya terbuat dari anyaman ijuk. Satu tangan disarungi untuk memukul, dan satu tangan lainnya dibiarkan tanpa sarung dan digunakan hanya untuk menangkis pukulan lawan. Kaum perempuan termasuk para ibu-ibu, juga turut ambil bagian dalam etu. Tapi tidak sebagai petarung. Mereka biasanya terlibat pada acara yang dinamakan dio yakni nyanyian untuk memberikan semangat kepada para petarung.

Itulah 5 upacara adat yang bisa kamu saksikan hingga kini. Bila adat istiadat tersebut hilang, tentu identitas budaya Indonesia juga akan memudar, tak terkecuali dengan upacara adat yang diselenggarakan oleh masing-masing suku dan masyarakat adat.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
711kSubscribers
90.2kFollowers