Danau Maninjau dan Legenda Sembilan Ekor Ikan Bersaudara Dari Sumatera Barat

0

Beepdo.com, Jakarta – Wilayah Sumatera Barat memang belum ngehits di kalangan pecinta wisata alam. Padahal beberapa tempat seperti Danau Maninjau punya panorama alam yang sangat cantik dan bisa bikin nafas kamu terhenti karena takjub memandangi keindahannya.

Secara administratif, Danau Maninjau merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Danau Maninjau bisa didatangi dari arah Kota Padang maupun Lubuk Basung. Tapi perjalananmu pasti akan lebih menarik kalo kamu mendatangi Danau Maninjau dari arah Bukittinggi, karena di jalur ini kamu akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan di sepanjang jalan yang berkelok-kelok atau yang populer disebut Kelok 44. Danau Maninjau ada di ketinggian 461,5 meter dari permukaan laut sehingga udara di sekelilingnya cukup sejuk dan menyegarkan.

DanauManinjau (WisataLagi)

Masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Maninjau terbentuk ratusan tahun silam akibat letusan sebuah gunung berapi yang bernama Gunung Sitinjau. Menurut mereka bukit-bukit yang mengelilingi danau seluas 100 meter persegi itu membuat Danau Maninjau bagaikan sebuah cekungan di puncak sebuah gunung. Lha kalo kawahnya aja segede ini, pasti gunungnya besar banget! Tapi sayangnya belum ada penelitian yang dilakukan buat membuktikan kebenaran cerita ini.

Menurut orang-orang tua setempat, dulu banget sebelum Danau Maninjau terbentuk ada sepuluh orang bersaudara yang sudah ditinggal mati orangtuanya yang tinggal di kawasan itu. Si sulung bernama Kukuban, sedangkan si bungsu adalah seorang perempuan cantik bernama Sani. Kukuban dan adik-adik laki-lakinya dijuluki Bujang Sembilan oleh masyarakat setempat.

Danau Maninjau (InfoFotografi)

Bujang Sembilan punya seorang paman yang baik hati bernama Datuk Limbatang dan ia punya seorang anak lelaki yang ganteng bernama Giran. Karena sering ketemuan, Sani dan Giran akhirnya jatuh hati. Datuk Limbatang juga tak keberatan dengan hubungan mereka dan ia malah ingin menikahkan kedua sejoli ini.

Namun, si sulung Kukuban nggak setuju karena ia pernah dikalahkan Giran dalam pertandingan pencak silat dan merasa benci kepadanya. Suatu hari Giran dan Sani bertemu secara diam-diam karena Sani tak ingin membuat kakaknya tersinggung. Tapi Kukuban menguntit Sani dari belakang dan menuduh mereka telah melakukan perbuatan tak senonoh. Para warga pun percaya akan hasutan Kukuban dan mereka mengarak Giran dan Sani untuk dilemparkan ke kawah panas Gunung Sitinjau sebagai hukuman.

Danau Maninjau (InfoPengetahuan)

Sebelum dilemparkan ke kawah, Giran mengucap sumpah, “Ya Allah, biarkan tubuh kami hancur jika kami bersalah. Tapi kalo kami tak bersalah, ubahlah Bujang Sembilan menjadi ikan!” Benar saja travelers, sesudah pasangan kekasih ini melompat ke dalam kawah, Gunung Sitinjau pun meletus dengan hebatnya dan laharnya menghancurkan apapun yang dilewatinya. Bekas letusan Gunung Sitinjau berubah menjadi Danau Maninjau dan di sanalah Bujang Sembilan hidup sebagai sembilan ekor ikan.

Di Danau Maninjau yang damai inilah salah satu sastrawan ternama Indonesia, Buya Hamka, lahir dan dibesarkan. Dan keindahan Danau Maninjau menjadi inspirasi bagi novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wick yang membesarkan namanya hingga saat ini.

Di pagi hari kamu bisa berenang di airnya yang jernih dan masih bersih. Bisa juga sekedar duduk-duduk di tepi Danau Maninjau sambil mengamati kabut yang berarak pelan menuruni bukit menuju danau. Tersedia pula beberapa perahu motor dan kano yang bisa kamu sewa buat berlayar mengelilingi Danau Maninjau. Trus pulangnya jangan lupa mampir ke toko oleh-oleh buat membeli makanan khas Padang seperti keripik balado atau kain songket dengan corak khas Sumatra Barat.

Danau Maninjau (IndonesiaKaya)

Daya tarik Danau Maninjau terletak pada keindahan panorama alamnya yang bisa dilihat dari kejauhan. Karenanya, tidak lengkap jika membahas Danau Maninjau tanpa membahas spot ideal untuk menikmatinya. Terutama bagi para pecinta fotografi pastinya tidak ingin melewatkan keindahan tersebut tanpa mengabadikannya.

Spot terbaik untuk mengamati Danau Maninjau adalah dari tengah kawasan yang disebut kelok 44, yaitu dari sekitar kelok 23 hingga kelok 30. Di sekitar area inilah pemandangan bentangan danau yang dihiasi hamparan sawah nan subur terlihat sangat indah dan dapat memberikan ketenangan hati bagi mereka yang menyaksikannya

Menikmati danau Maninjau dengan menggunakan paralayang (Travel)

Sebenarnya, masih banyak cara untuk menikmati Danau Maninjau yang begitu elok. Salah satunya dengan terbang dari Puncak Lawang Bukittinggi menggunakan parasut atau yang sering disebut olahraga paralayang. Olahraga rekreasi paralayang semakin marak di Tanah Air. Kontur Indonesia yang terdiri dari banyak pegunungan dan perbukitan sangat cocok untuk menjadi spot olahraga ekstrem tersebut. Salah satunya di Puncak Lawang Bukittinggi.

Penasaran pengen tau rasanya berenang bersama ikan atau asyik bermain paralayang di Danau Maninjau? Yuk segera kunjungi destinasi wisata yang ada di Sumatera Barat ini.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
712kSubscribers
90.2kFollowers