Sejarah Hari Valentine, Kenapa Simbolnya Harus Cokelat?

Beepdo.com, Jakarta Jika kamu ingin memberikan sesuatu yang istimewa di Hari Valentine ini, maka jawabannya sudah pasti adalah cokelat. Rasanya hampir setiap pasangan akan memilih cokelat menjadi salah satu hadiah di Hari Valentine untuk pasangan mereka.

Memang tak hanya cokelat, selain itu ada pula boneka, perhiasan dan berbagai hadiah lainnya. Tapi, boleh dibilang cokelat nggak akan pernah ketinggalan deh. Kira-kira mengapa cokelat menjadi hadiah yang identik diberikan saat perayaan Valentine’s Day ya?

Dilansir dari Royalexaminer.com, faktanya, hubungan antara cokelat dan cinta sudah ada sejak suku Maya, yang merupakan suku pertama yang membuat biji kakao, yakni sekitar 500 Sebelum Masehi. Singkat cerita, suku Maya menggunakan cokelat untuk diberikan sebagai “hadiah para dewa” dalam upacar perbikahan.

Sejarah Hari Valentine, Kenapa Simbolnya Harus Cokelat? (Freepik.com)

Namun, butuh lebih dari 2.000 tahun hingga akhirnya cokelat masuk ke Eropa dan beberapa ratus tahun lagi hingga akhirnya cokelat boleh dibilang menjadi hidangan pokok saat perayaan Hari Valentine. Barulah pada tahun 1861 seorang pembuat permen, Richard Cadbury terinspirasi untuk menjual cokelat saat Hari Valentine.

Cadbury mengemas cokelat dalam kotak berbentuk hati yang dihias dengan bunga mawar dan Cupid, yang sudah menjadi symbol romansa popular dikalangan orang Victoria. Maka dari situ lahirlah tradisi baru di Hari Valentine di mana setiap orang memberikan hadiah cokelat untuk orang-orang yang mereka sayangi saat Valentine’s Day.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
19.8kFans
345Followers
708kSubscribers
90.2kFollowers