5 Penjara Paling Kejam Ini Disulap Jadi Tempat Wisata

0

Beepdo.com, JakartaPenjara memiliki nilai sejarah yang sama dengan situs sejarah lainnya. Dari balik jeruji ini, kita bisa menelisik sejarah politik suatu negara, pandangan tentang kejahatan dan hukuman, serta hukum yang mengatur kebebasan dan hak asasi manusia.

Setiap tahun, jutaan manusia menetas melalui lorong-lorong gelap dari penjara yang dinonaktifkan di seluruh dunia untuk mempelajari sejarah suram milik mereka. Dan inilah, 5 penjara yang kini disulap menjadi tempat wisata.

1. Robben Island, Afrika Selatan

Robben Island, Afrika Selatan (Keepo)

Terletak di lepas pantai Cape Town, situs Warisan Dunia milik UNESCO ini sebelumnya merupakan tempat bagi para penderita kusta, pangkalan militier dan yang paling terkenal ialah sebagai penjara dengan keamanan maksimum bagi para tahanan politik selama apartheid, atau sistem negara-sanksi Afrika Selatan segregasi rasial. Sejarah muram milik Robben Island berakhir pada 1990-an, ketika rezim opresif Afrika Selatan dibongkar dan tahanan politik dibebaskan. Untuk mengunjungi lokasi ini, kamu harus menaiki kapal perjalanan dari Cape Town ke pulau Robben dengan jadwal tiga kali keberangkatan dalam satu hari dengan memakan waktu sekitar 30 menit.

2. Old Melbourne Gaol, Australia

Old Melbourne Gaol, Australia (HelloMelbourne)

Sekitar 1842 hingga 1929, Old Melbourn Gaol merupakan rumah bagi para penjahat Australia yang paling terkenal seperti, buronan Ned Kelly dan pembunuh berantai Frederick Bailey Deeming. Selama masa jabatannya, 133 tahanan telah dieksekusi antung dan dimakamkan dikuburan tak bertanda di halaman panjara. Salah satu pameran yang paling terkenal milik Gaol adalah koleksi dari topeng kematiannya. Penjara Old Melbourne Gaol buka setiap hari mulai pukul 09.30 hingga pukul 05.00, kecuali pada hari Natal dan Jumat Agung serta dapat dengan mudah dicapai menggunakan angkutan umum. Dengan harga tiket masuk untuk dewasa sebesar $19 dan anak-anak $10.

3. Alcatraz, Amerika Serikat

Alcatraz, Amerika Serikat (yukepo)

Salah satu penjara yang paling terkenal di Amerika Serikat, The Rock awalnya digunakan sebagai benteng militer dan penjara pada1850-an. Kemudian dioperasikan sebagai penjara federal dari 1934 hingga 1963. Penjara ini merupakan rumah bagi narapidana terkemuka seperti Al ‘Scarface’ Capone dan Machine Gun Kelly. Lokasi penjara yang terpencil dan dikelilingi oleh perairan dingin dari San Fransisco Bay, diduga membuat penjara ini tidak dapat ditembus. Pada 1962, narapidana John Anglin, Clarence Anglin, dan Frank Morris menguji teori ini ketika mereka terselip antara kasur mereka dan kemudian membobol penjara utama dan melarikan diri dari pulau menggunakan rakit yang terbuat dari jas hujan,nasib mereka hingga saat ini belum diketahui.

Semua akses ke pulau ini hanya dapat menggunakan Alcatraz Cruises, yang beroperasi dari Pier 33 di San Fransisco. Siang dan malam wisata ini ditawarkan sepanjang tahun, dengan pengecualian pada hari libur.

4. Tuol Sleng, Kamboja

Tuol Sleng, Kamboja (Travlesia)

Ketika genosida Khmer Rouge berkuasa di Kamboja pada 1975, sekolah tinggi ini diubah menjadi penjara keamanan 21. Di mana, lokasi ini menjadi tempat penyiksaan dan pembunuhan ribuan orang. Tiga puluh menit ke arah selatan penjara, tubuh-tubuh pria dan wanita serta anak-anak termutilasi dibuang di kuburan massal yang berada di ladang-ladang pembantaian Choeung El. Setelah jatuhnya rezim pada 1979, Tuol Sleng berubah menjadi museum untuk mengenang para korban genosida dan kengerian yang ditimbulkan oleh Khmer Merah, yang bertanggung jawab atas kematian sekitar 1,7 juta orang selama masa pemerintahannya.

Tuol Sleng terletak di Ibukota Phnom Penh dan dapat dicapai dengan mudah menggunakan tuk-tuk atau taksi dari pusat kota. Perjalanan akan menghabiskan waktu selama 30 menit ke arah selatan menuju Choeung Ek Genocidal Center.

5. Devil’s Island, Guyana Prancis.

Devil’s Island, Guyana Prancis (Denundo)

Koloni ini terletak di lepas pantai Atlantik indah Guyana Prancis yang dibangun pada 1850-an dan dibawah perintah Kaisar Prancis Napoleon III. Selama hampir satu abad, tempat ini merupakan rumah bagi puluhan ribu penjahat dan tahanan politik yang dibuang untuk melayani hukuman mereka dengan melakukan kerja paksa. Untuk mengunjungi pulau ini, kamu dapat menggunakan bus dari ibukora Cayenne selama satu jam menuju kota Kourou. Dari pelabuhan Kourou, sejumlah perusahaan boat menawarkan wisata sepanjang hari mengelilingi pulau-pulau tersebut.

Jadi, kamu tertarik untuk belajar sejarah di negara-negara tersebut melalui penjara yang serem ini?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.8kFans
345Followers
705kSubscribers
90.2kFollowers