Belajar Membuat Garam di Gunung

0

Beepdo.com, JakartaLong Bawan adalah desa sekaligus ibukota dari Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasinya berada di belantara Kalimantan, tepatnya di dataran tinggi. Meski terletak di dataran tinggi, tetapi kontur tanah cukup datar, cocok untuk bertani dan berternak.

Suku Dayak Krayan bermukim di sini. Selain itu, Long Bawan juga ditempati oleh Suku Dayak Lundaye. Suku Dayak Lundaye memiliki Upacara Adat Nyumpai Semarang Mei Ulang. Kemudian Tarian Parisanan dan Bari Tubing.

Sumur garam (Hanlee)

Daerah Long Bawan tergolong daerah terisolir, pasalnya akses menuju kawasan ini hanya dapat ditempuh dengan jalur udara dengan maskapai terbatas. Tak ada jalur darat yang menghubungkan ibukota kecamatan dengan ibukota Kabupaten Nunukan, apalagi kota lainnya.

Long Bawan lebih dekat dengan Malaysia dan sebagian besar barang-barang kebutuhan sehari-hari termasuk Bahan Bakar Minyak, dipasok dari Negeri Jiran tersebut. Sulit menemukan produk made in Indonesia di wilayah ini.

Krayan merupakan sebuah kecamatan yang masuk ke dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kompasiana)

Meski demikian, perekonomian wilayah ini dapat ditunjang oleh sektor pertanian yang berkualitas, seperti padi, tanaman hortikultura, garam dan kerbau. Luas lahan pertanian pangan di wilayah ini berkisar 2.500 hektare ditanami Padi Adan yang terkenal di Kalimantan Timur dan konon merupakan beras makanan utama Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Menariknya, warga menanam padi tanpa pupuk kimia, hanya menggunakan pupuk kandang dari kotoran kerbau.

Dengan luas wilayah 1.837,54 km2, Kecamatan Krayan yang berpusat di Long Bawan memiliki 65 desa. Wilayahnya berbatasan dengan Sabah, Malaysia di utara, Kabupaten Malinau dan Kecamatan Krayan Selatan di bagian selatan, Serawak, Malaysia di sebelah barat, serta Kabupaten Malinau di sebelah timur.

Garam Gunung (IDNPortal)

Satu-satunya cara ke Long Bawan adalah dengan menggunakan jalur udara dikarenakan tidak ada aksen darat yang dapat ditempuh. Ada dua maskapai yang beroperasi ke Long Bawan yang mendarat di Bandara Yuvai Semaring atau Bandara Long Bawan, yakni Susi Air dengan armada Cassna Grand Caravan berkapasitas delapan orang dan Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan armada Cessna berkapasitas empat orang. Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 1600 x 30 meter yang juga digunakan oleh pesawat baling-baling Nomad TNI AL.

Memproses garam (Kaltim.go.id)

Harga yang ditawarkan oleh kedua maskapai tersebut juga tidak terbilang murah untuk sekali jalan dengan pemandangan hutan lebat yang belum terjamah manusia dan wilayah persawahan ketika mendekati wilayah Long Bawan. Susi Air sendiri menawarkan harga tiket Rp500ribuan, di mana telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang menyubsidi Rp500.000 per tiket. Rute yang diambil Nunukan-Long Bawan dan Tarakan-Long Bawan. Maka, maskapai ini memprioritaskan masyarakat setempat sebagai penumpangnya. Lain lagi dengan MAF yang menawarkan harga di atas Rp1000.000 tetapi lebih diprioritaskan untuk orang sakit, ibu yang akan melahirkan dan para orang tua.

Jika anda berminat ingin tahu lebih dengan keaslian Garam Gunung ini, kami mengundang anda untuk mengunjungi daerah Krayan (Lundayeh)

Wisata yang dapat dilakukan di Long Bawan adalah penjelajahan hutan, mengeksplorasi flora dan fauna, pemandangan sawah serta ternak kerbau. Konon ada juga wisata sejarah di kuburan batu. Perlu kamu tahu di Long Bawan. listrik hanya menyala enam jam sehari, pukul 6 sore hingga 12 malam.

Pepatah “Garam di laut asam di gunung” tidak berlaku di wilayah ini karena Long Bawan yang masuk dalam kawasan Krayan merupakan penghasil garam gunung yang diproses secara alami. Garam ini memiliki citra rasa dan aroma yang khas. Garam ini sudah dikonsumsi oleh masyarakat Krayan sejak nenek moyang ane sampai sekarang ini.

Air untuk membuat garam (Blogspot)

Bahkan bagi masyarakat sekitar sumur garam air dari sumur ini digunakan untuk memasak sayur/ sajian yang berkuah. Kelebihan dari garam ini dibanding garam yang biasa terdapat dipasaran yaitu ketika digunakan untuk memasak sayuran, warna sayur tidak berubah dan tetap berwarna hijau walaupun dimasak dalam jangka waktu yang agak lama.

Makanya jangan harap agan akan menemukan garam-garam pasaran (garam kota begitu masyarakat menyebutnya) ada didaerah ini. Garam ini ada dua jenis bubuk dan batangan namun dalam citra rasa dan aromanya tetap sama.

Proses Memasak Garam (LundayehKrayan)

Garam ini diproses dengan sangat sederhana yaitu dengan cara memisahkan kadar air dan garamnya dengan cara air asin tersebut dimasak dalam wadah berupa kuali besar sampai airnya mengering dan hanya menyisakan bubuk putih. Bubuk putih inilah yang disebut Garam Gunung ” Tusu Nado” yang berbentuk bubuk. Garam jenis ini biasanya dikemas per 1 kg dalam wadah plastik. garam di jual dengan harga Rp.30rb/kg gan.

Tempat produksi garam gunung (JawaPos)

Sementara yang batangan diproses dengan cara air garam dimasukan kedalam potongan-potongan bambu lalu dibakar sampai airnya mengering dan menyisakan gumpalan garam yang sudah mengeras yang berbentuk batangan kemudian garam batangan ini dikeluarkan dari bambu tersebut lalu dikemas dalam bungkusan daun. Proses pengelolahan garam ini tidak pernah berubah gan sejak dahulu sampai sekarang.

Garam gunung Krayan (PadiAdanKrayan)

Tertarik, untuk berpetualang ke Desa Long Bawan?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.8kFans
345Followers
705kSubscribers
90.2kFollowers