Soal Tsunami Pandeglang, Ini Penjelasan BMKG

0

Beepdo.com, Jakarta Tsunami Pandeglang menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia saat ini. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjelaskan soal adanya prediksi potensi tsunami setinggi 57 meter yang terjadi di Pandeglang, Banten.

Kabarnya tsunami tersebut baru akan terjadi jika wilayah Jawa Barat dan Selat Sunda terjadi gempa bumi berkekuatan 8,8 hingga 9 skala richter. Namun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung langsung membantah berita soal tsunami tersebut.

Soal Tsunami Pandeglang, Ini Penjelasan BMKG. (Ilustrasi: Loop Jamaica)

 

BMKG menjelaskan kalau potensi tsunami di Pandeglang tersebut hanya bersifat teoritis. BMKG menjelaskan kalau hingga saat ini belum ada ilmu serta teknologi yang bisa melakukan prakiraan waktu gempa bumi akan terjadi, bahkan di dunia barat sekalipun.

Dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Rabu, 4 April 2018, Kepala BMKG Stasiun Bandung Toni Agus Wijaya menjelaskan teori dan peneliti tsunami pada Pengkajian Dinamika Pantai BPPT dibenarkan soal adanya potensi gempa dan tsunami di pantai Selatan Jawa. Namun waktu dan ketinggian tsunami yang disebutkan merupakan kemungkinan terburuk berdasarkan model teoritis yang tidak dapat diprediksi.

“Yang perlu kita lakukan bersama adalah melakukan langkah mitigasi pengurangan risiko gempa dan tsunami secara bertahap dan dimulai dari yang kecil disekitar kita,” jelas Toni Agus Wijaya dalam keterangannya. Sementara itu, terkait tsunami Pandeglang, BNPB telah menyiapkan dan meningkatkan mitigasi untuk mengantisipasi bila bencana itu datang secara tiba-tiba, pasalnya secara ilmiah Indonesia memang rawan gempa dan tsunami.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.8kFans
345Followers
705kSubscribers
90.2kFollowers