Belajar Membuat Wayang Kulit di Dusun Gendeng

0

Beepdo.com, JakartaWayang kulit memiliki sejarah panjang di bumi Indonesia. Bahkan wayang kulit ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Tapi, tahukah kamu bagaimana cara membuatnya?

Desa Wisata Kerajinan Wayang Kulit ini berada di Gendeng terletak di tengah-tengah kelurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Desa Wisata Kerajinan Gendeng sejak dahulu dikenal sebagai tempat penghasil wayang kulit dengan kualitas terbaik. Di sini terdapat puluhan pengrajin handal yang sampai sekarang tetap mempertahankan teknik membuat wayang kulit, terutama wayang kulit gaya Yogyakarta yang benar-benar berkualitas.

Wayang kulit (BeritaDaerah)

Secara singkat, wayang kulit mulai dibuat di Gendeng pada sekitar tahun 1929. Orang yang mempelopori pembuatan wayang kulit ini adalah (Alm) Bpk. Walijo atau Bpk. Atmo Sukarto. Walaupun bernama Atmo Sukarto, tetapi orang lebih mengenal beliau dengan nama Pak Pujo. Selain sebagai pembuat wayang kulit, beliau juga dikenal sebagai dalang, penari wayang wong dan pengrawit.

Dalam perkembangannya, kerajinan wayang kulit sempat berjaya di saat Presiden Soeharto berkuasa. Para pengrajin dapat dikatakan mampu hidup lebih dari cukup dari hasil membuat wayang. Bahkan bisa dibilang upah buruh pengrajin wayang masih lebih tinggi dari gaji guru pada waktu itu.

Jumlah pemahat wayang gagrag Yogyakarta di Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul menurun drastis sejak 1997. (GudegNet)

Bahkan sampai saat ini, masih ada beberapa pengrajin yang hanya mau menghasilkan wayang kulit berkualitas tinggi saja. Karena realita yang ada, sekarang orang cenderung tidak mengerti dan tidak bisa membedakan mana wayang dengan kualitas yang baik dan yang buruk. Karena jika dilihat sekilas, bagi orang awam tentu memang susah untuk menilai kualitas suatu wayang kulit. Sehingga kemudian banyak bermunculan wayang-wayang yang hanya diperuntukkan sebagai souvenir, dengan kualitas biasa atau rendah.

Pada masa kejayaannya, Wayang kulit buatan Gendeng mampu merambah pasar luar negeri. Di nusantara sendiri, khususnya daerah Yogya dan sekitarnya, wayang kulit gendeng mendominasi pasaran. Namun, saat ini wayang produksi Gendeng belum mampu mengulang kembali periode kejayaan semasa dulu.

Proyes pengerokan bulu dari kulit untuk dijadikan bahan membuat wayang kulit. (ExploreYogyakarta)

Untuk harga, sebuah wayang kulit dengan model dan ukuran yang sama dapat memiliki harga yang berbeda. Kualitas bahan baku & finishing juga termasuk faktor penentu mahal tidaknya harga suatu wayang. Sebagai gambaran, satu buah wayang ukuran 50 cm dapat dijual dengan tiga macam harga. Berdasarkan kualitasnya. Untuk kualitas terrendah, dijual dengan kisaran harga 200-300 ribu rupiah. Wayang jenis ini biasa dibeli oleh orang low budget atau orang yang lebih mementingkan harga dibanding kualitasnya.

Kemudian level kualitas sedang, dijual dengan kisaran harga 600-800 ribu rupiah. Wayang jenis ini banyak digunakan oleh para dhalang, khususnya dhalang yang belum mengutamakan kualitas wayang untuk dimainkan. Untuk wayang dengan kualitas terbaik, harga nya bisa lebih dari 1 juta rupiah per unit. Bahkan ada yang mampu menjual dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Para kolektor dan peminat seni yang benar-benar mencari wayang kualitas terbaik-lah pembelinya.

Pengrajin wayang kulit (SLametNusakambangan)

Para pengrajin mengatakan, biasanya kulit yang digunakan untuk membuat wayang adalah kulit kambing, sapi, dan kerbau. Tetapi wayang yang paling baik kualitasnya adalah yang menggunakan kulit kerbau.

Untuk proses pembuatanya, yaitu dimulai dari pengerokan bulu-bulunya. Setelah berwarna kuning keemasan, kemudian digambari dengan pola wayang yang ingin dibuat. Setelah dipola kemudian kulit ditatah untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan. Satelah proses natahnya selesai, kemudian wayang disungging atau diwarnai. Dalam proses pewarnaan ini yang paling penting adalah jangan menggunakan cat yang mengandung minyak, karena akan sulit menempel pada kulit.

Pengrajin wayang kulit (Bisniswisata)

Proses terakhir adalah pemasangan gapet atau pegangan wayang yang biasanya terbuat dari tanduk kerbau. Tertarik untuk belajar langsung membuat wayang kulit di Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Yogyakarta ini?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
704kSubscribers
90.2kFollowers