Zumi Zola, dari Ngamuk di Rumah Sakit Sampai Jadi Tahanan KPK

0

Beepdo.com – Setelah menyelesaikan pemeriksaan sekitar pukul 18.50 WIB, Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola resmi ditahan oleh penyidik KPK. Zumi ditahan atas kasus dugaan gratifikasi sejumlah proyek besar di Provinsi Jambi. Sebelum terjerembak dalam kasus korupsi, Zumi sempat disorot karena aksinya menendang kursi di RSUD Raden Mattaher, Jambi.

Pada akhir Januari 2017, aksi pemain film Kawin Laris ini langsung viral di media sosial.Diketahui, saat itu Zumi sedang inspeksi mendadak (sidak) pukul 01.00 dini hari di rumah sakit tersebut. Zumi langsung marah besar karena saat itu tempat pendaftaran terlihat kosong, tidak ada perawat yang berjaga sama sekali.

Rupanya, para perawat dan dokter tidur di kamar yang berada di dekat ruang jaga. Zumi Zola pun langsung membangunkan perawat maupun dokter jaga, kemudian menghardik mereka dengan nada tinggi. “Sejak kapan kalian begini,” kata Zumi yang kemudian tampak menendang kursi.

Hal tersebut bukanlah kali pertama sang Gubernur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan berbuah kemarahan. Maret 2016 lalu Zumi juga ngamuk di kantor Samsat Jelutung, Jambi. Mantan kekasih Ayu Dewi itu melihat kantor tersebut terbengkalai. Zumi pun langsung naik pitam dan mengancam pegawai yang tidak sungguh-sungguh menjalankan ugasnya.

KPK menyebut Zumi diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi nonaktif Arfan. Arfan ditangkap bersama-sama Plt Sekda Provinsi Jambi nonaktif Erwan Malik, Asisten Daerah III Provinsi Jambi nonaktif Saifudin, serta seorang anggota DPRD Supriono, terkait dugaan adanya ‘duit ketok’ yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018.

Dalam kasus ini, Zumi selaku Gubernur Provinsi Jambi dan Arfan selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum diduga menerima uang gratifikasi sebesar Rp 6 miliar, dari beberapa kontraktor terkait proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Zumi Zola
Diduga menerima Rp. 6 miliar, Zumi Zola terancam hukuman 20 tahun penjara. (kapanlagi.com)

Zumi Zola terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar, karena diduga melanggar Pasal 12 (B) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jakarta juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
704kSubscribers
90.2kFollowers