Kasus Kematian Prince Akhirnya Ditutup, Ini Hasilnya

0

Dua tahun sudah kematian Prince menuai tanda tanya dan menjadi bahan investigasi. Kini, pihak yang berwenang mengumumkan bahwa kasus ini resmi ditutup. Kabar ini disampaikan oleh Mark Metz, selaku pengacara yang menangani kasus ini.

Sebagaimana dilansir dari E! Online, penyelidikan intensif yang dilakukan ternyata tak membuahkan hasil signifikan. Tak ada cukup bukti yang menguatkan bahwa sang musisi meninggal karena tindakan kriminal.

Pil yang ditemukan bersama jenazah Prince, via dailymail.co.uk
Pil yang ditemukan bersama jenazah Prince, via dailymail.co.uk

“Walaupun sudah dilakukan investigasi yang intensif, nyatanya tak ada bukti kuat tentang bagaimana Prince mendapatkan Vicodin palsu yang ternyata berisi fentanil, atau tentang adanya orang lain yang mungkin punya peran memberikan Vicodin palsu itu pada Prince,” ungkap Metz.

“Karenanya, tanpa kemungkinan penyebab maupun tersangka, Kantor Pengacara Carver tidak dapat mengajukan gugatan apapun tentang kematian Prince,” lanjutnya.

Prince (nydailynews.com)
Prince (nydailynews.com)

Sebelumnya, memang ada dugaan bahwa kematian Prince adalah hasil rekayasa pihak tertentu. Hal ini terlihat dari gerak-gerik mencurigakan yang sempat ditunjukkan beberapa orang di sekitar mendiang.

“Sudah pasti, gerak-gerik orang-orang di sekitar Prince akan menuai kritik, pertanyaan, dan tudingan dalam beberapa waktu ke depan. Tapi kecurigaan dan sindiran tidak cukup untuk mendukung kasus kriminal,” ungkapnya lagi.

Prince meninggal secara mengejutkan pada 21 April 2016, di usia 57 tahun. Beberapa bulan lalu, berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa jenazahnya mengandung konsentrasi fentanil yang sangat tinggi sehingga membawanya pada kematian.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
704kSubscribers
90.2kFollowers