Wow! Warung Ini Cukup Bayar Dengan Sampah!

0

Beepdo.com, Jakarta – Apa yang terjadi jika kita membayar makanan dengan sampah? Di Semarang, Jawa Tengah, ada lho warung yang bayar makannya hanya dengan menukarkan sampah.

Jika biasanya kita membayar makanan yang kita beli dengan uang, maka berbeda dengan sebuah warung makan yang bernama ‘Kantin Gas Metan’ ini. Di wartegi ini para pengunjung harus membayar makanan yang dipesan dengan plastik bekas alias sampah tak terpakai. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya.

Warteg Sampah (DuniaWarteg)

Karena sistem pembayarannya menggunakan sampah, maka warteg ini pun lebih akrab disapa “warteg sampah”. Berlokasi di area TPA Jatibarang Semarang, warteg sampah ini sudah berdiri sejak awal tahun 2016. Ada kisah menarik di balik cara pembayarannya yang menggunakan sampah plastik. Ternyata, dulunya banyak pelanggan warteg yang makan di sana namun jarang membayar. Karena banyaknya pelanggan yang utang, akhirnya pemilik memutuskan untuk meminta para pelanggannya membayar kuliner yang dipesan menggunakan sampah plastik bekas.

Karena keunikannya ini, warteg sampah yang dikelola oleh pasangan suami istri Sarimin dan Suyatmi ini pun terkenal. Bahkan Hendrar Prihadi, Walikota Semarang pernah makan di sini dan membawa sampah di dalam mobilnya untuk membayar makanan yang ia pesan.

Seorang warga sedang menimbang sampah untuk ditukarkan menu makanan di Warteg Sampah atau Kantin Gas Metan (JadiBerita)

Untuk bisa mencicipi seporsi hidangan di sini, syaratnya kamu cukup membawa sampah seberat 20 kilogram. Sarimin mengaku menghargai sampah plastik dengan harga Rp 500 per kilonya. Mereka pun menyediakan timbangan sederhana di depan warung untuk menimbang bobot sampah yang dibawa oleh pelanggan. Jika pengunjung membawa sampah yang berlebih, Sarimin akan menganggap pengunjung menabung di warteg tersebut dan bisa makan kapan saja ke warung ini. Nominalnya tidak bisa diuangkan tapi bisa diganti dengan makanan dan minuman.

Sarimin mengatakan, dalam sehari bisa dapat 2 kuintal plastik yang dikumpulkan 20 pemulung. Hasil penjualan plastik sampah dan nasi ini menjadi keuntungan mereka. Beruntung bagi Sarimin, sampah di TPA Jatibarang sudah dikelola dan dijadikan gas metana. Gas itu juga didistribusikan secara gratis bagi warga Jatibarang. Bermodal gas metana gratis itulah, ia membuka warung dengan modal dan pengeluaran tak begitu tinggi. “Kami bisa untung lumayan karena gas metana ini gratis. Sebulan kantin sampah ini bisa untung Rp1,5 juta,” kata Sarimin.

Pengunjung sedang makan di Warung sampah, Semarang (TribunNews)

Lalu apa saja yang dihidangkan di Kantin Gas Methan? Menunya cukup sederhana, tapi tetap mengenyangkan yaitu Nasi Rames dengan berbagai lauk, Nasi Telur, Nasi Lele, dan Nasi Mangut. Mau coba menu makanan di warung sampah ini?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers