Minuman Hangat Dari Berbagai Daerah Ini Pernah Coba?

0

Beepdo.com, Jakarta – Di antara kekayaaan kuliner berupa lauk pauk dan kue-kue daerah, juga ada minuman yang mencirikan ke-khasan wilayah tertentu. Salah satu tipe minuman tradisional Indonesia, minuman hangat.

Di Jawa, minuman hangat lebih dikenal dengan istilah wedang. Cita rasa wedang sendiri sebenarnya tidak ada pakem khusus, dan bisa diperkaya dengan berbagai jenis rempah atau divariasikan isinya dengan aneka bahan yang tersedia di daerah setempat. Apa saja macamnya?

1. Bandrek – Bandung, Jawa Barat

Bandrek (JamuJawa)

Karena tanah pasundan dikenal berhawa dingin dan sejuk, minuman hangat di sana lebih digemari. Minuman yang paling banyak dijajakan adalah bandrek. Bahan utamanya berupa jahe dan gula merah, namun sering juga ditambahkan rempah lain, seperti serai atau merica. Sebagai variasi, ditambahkan daun pandan atau telur ayam kampung. Menyeruput bandrek paling nikmat ditemani kudapan penyertanya, seperti combro, pisang goreng, atau kacang rebus.

2. Bajigur – Jawa Barat

Bajigur (Khasiat)

Ciri khas pedagang bajigur menggunakan gerobak atau pikulan. Cita rasa bajigur ini cenderung manis karena menggunakan gula merah yang direbus bersama santan kelapa dan daun pandan. Sebagai temannya, bisa pilih pisang rebus, ubi rebus, papais, atau kacang rebus.

3. Sekoteng – Jakarta

Sekoteng (Resepmedia)

Konon, penamaan sekoteng didapat dari para pelaut Belanda yang merapat di Pelabuhan Sunda Kelapa tahun 1596. Kuah sekoteng ini terbuat dari santan kelapa yang dimasak bersama irisan jahe, gula pasir dan gula merah. Sedangkan isian sekoteng, mulanya hanya merupakan perpaduan dari dua budaya: kacang tanah dan kolang-kaling dari Indonesia, serta roti dari Belanda. Seiring perkembangan, varian isian sekoteng berkembang makin meriah. Kini, ada yang menambahkan kacang hijau rebus, pacar cina, hingga kacang tanah sangrai ke dalam campuran sekoteng.

4. Wedang Ronde – Jawa Tengah

Wedang Ronde (Tastemade)

Bahan utama wedang ronde adalah air gula dan jahe. Di beberapa wilayah, sering ditambah dengan cengkih, serai, atau kayu manis. Isian wedang berupa kacang tanah dan bola-bola yang terbuat dari tepung ketan.

5. Bir Pletok – Jakarta

Bir Pletok (PegiPegi)

Meski namanya bir, minuman ini sama sekali tidak menggunakan alkohol. Efek menghangatkan-nya dari pemakaian rempah-rempah, seperti jahe, kayu secang, serai, daun jeruk, kayu manis, air dan gula pasir yang dimasak hingga larutan mendidih dan berwarna merah pekat. Taburan kacang tanah sangrai ditambahkan saat akan disajikan

6. Angsle – Malang, Jawa Timur

Angsle (ResepHariIni)

Sedikit mirip dengan sekoteng, namun kuah dan bahan isiannya agak berbeda. Kuahnya biasa disajikan hangat, terbuat dari rebusan santan, daun pandan, dan gula pasir. Isinya berupa kacang hijau rebus, putu mayang, roti, dan pacar cina.

7. Wedang Uwuh – Yogyakarta

Wedang uwuh (Beritagar)

Wedang Uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang. Wedang uwuh ini adalah minuman khas dari Yogyakarta. Saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi dalam bentuk instan, maupun bentuk celup.

Itulah minuman hangat dari berbagai daerah. Kamu lebih suka minum yang mana?

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers