Lajang Panoentoen Bab Olah-Olah, Rahasia Kuliner Milik Raden Ajeng Kartini

0

Beepdo.com, Jakarta – Pada tahun 1930-an mulai muncul penulis pribumi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah karya Tulisan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam suratnya bahwa dia sering mencoba berbagai resep makanan tradisional Jawa kesukaannya dan masakan khas Eropa. Resep tersebut kemudian dibukukan dalam beberapa jilid oleh adik Kartini, Raden Ajoe Adipati Ario Rekso Negoro atau RA Kardinah, dan diberi judul Lajang Panoentoen Bab Olah-Olah.

Buku yang ditulis tahun 1918 ini berisi resep-resep yang sering digunakan Kartini dan Kardinah semasa remaja. Terbit dalam huruf aksara Jawa pada tahun 1935. Ternyata, buku tersebut memperoleh banyak sambutan dan pujian. Salah satunya datang dari Ajun Inspektur Pendidikan Pribumi saat itu. Padahal, buku tersebut disusun dan diterbitkan hanya sebagai pegangan untuk pelajaran memasak di Sekolah Kartini di Tegal yang bernama Wismo Pranowo.

Kartini bersama keluarga (Wikimedia)

Uniknya, dalam catatan resepnya itu, Kartini tidak menggunakan takaran. Kartini hanya mencantumkan bahan makanan dan cara mengolah resep tersebut. Pada tahun 2005, buku tersebut diterbitkan kembali dengan suntingan baru oleh ahli kuliner Indonesia dan masih memiliki garis keluarga dengan RA Kartini, yakni Suryatini N. Ganie. Tini memberi judul bukunya dengan nama “Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara”.

Buku ini bukan sekedar buku biasa. Rahasia kuliner milik Raden Ajeng Kartini, tertulis di dalamnya. Wanita pelopor emansipasi ini, ternyata tak hanya dikenal dengan prinsip hidupnya tentang kesetaraan hak antara pria dan wanita. Dibalik kejeniusannya, dia juga seorang koki ulung.

Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara (PusatInfornasiAntiHoax)

Letak Jepara yang berada di pesisir pantai, menjadikan kota ini sebagai pelabuhan penting di tanah Jawa. Tak aneh bila banyak saudagar dari berbagai belahan bumi mampir ke sana. Selain pedagang Cina, saudagar dari negeri Arab termasuk yang paling sering singgah ke sana. Maka tak heran bila pengaruh dari kehadiran pedagang Cina dan Arab, diantaranya tampak dari selera masakan saat itu.

Diantara sekian ratus resep masakan, menurut Tini, Kartini paling doyan mengudap kue “soesjes” atau kini lebih dikenal dengan nama sus. Kue ini rasanya lezat, tapi tidak terlalu manis. Selain itu ada juga “huzarensla” atau dikenal dengan nama selat usar, salad dari sayur mayur yang disiram dengan saus seperti mayonaise.

Huzarensla (1Health)

Sudah pernah membaca buku Lajang Panoentoen Bab Olah-Olah ini, guys? Untuk mendapatkan buku ini, saat ini mungkin sudah sangat sulit sekali.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers