10 Jenis Keju Dan Kegunaanya

1

Beepdo.com, Jakarta – Rasa asin dan gurihnya yang begitu khas, membuat keju disukai oleh banyak orang. Ada banyak sekali makanan lezat dan menjadi favorit banyak orang yang menggunakan bahan baku utama keju.

Meski begitu, semua makanan berbahan keju tersebut tidak lantas menggunakan satu jenis keju yang sama lho! Keju juga memiliki bermacam-macam jenis berdasarkan rasa, bahan dan juga fungsinya. Kalau kamu ingin mencoba memasak olahan keju, makan kamu wajib tahu jenis-jenis keju ini.

1. Keju Parmesan

Keju Parmesan (Dorismarket)

Keju yang berasal dari Parma, Italia ini termasuk ke dalam jenis keju padat atau hard cheese. Keju parmesan terbuat dari susu sapi dan berwarna kuning pucat. Umumnya, keju ini dibilang matang dan siap untuk diolah setelah 3 bulan, namun ada juga yang dibiarkan matang hingga satu tahun lamanya. Keju Parmesan biasanya sudah dijual dalam bentuk bubuk. Umumnya, keju ini digunakan sebagai taburan keju pada pasta, spaghetti, pizza, salad, sup, dan juga beberapa kue kering seperti kastengels.

2. Keju Cheedar

Keju Cheedar (Okezone)

Keju cheddar merupakan keju yang berasal dari desa Cheddar di Somerset, Inggris. Keju ini juga terbuat dari susu sapi dan termasuk ke dalam jenis keju keras. Jika keju cheddar masih muda, warnanya terlihat kuning pucat dan tidak terlalu keras. Namun, jika usianya semakin tua maka warnanya pun akan semakin kuning dan teksturnya semakin keras. Keju cheddar sendiri mengandung lemak sebanyak 48 %. Pada umumnya, keju ini digunakan sebagai bahan dasar utama membuat kue dan makanan.

3. Keju Mozzarella

Keju Mozzarella (TheProcessOfMakingCheeseMozarella)

Keju yang satu ini tentunya sudah sangat mudah kamu kenali. Bila kamu menjumpai makanan atau kue dalam keadaan panas lalu terdapat keju yang meleleh, bertekstur lembut, lentur dan elastis, itulah keju mozzarella! Keju ini juga berasal dari Italia. Mozzarella biasanya terbuat dari susu sapi atau susu kerbau. Teksturnya lembut dan rasanya begitu creamy. Keju mozzarella pas digunakan untuk taburan makanan seperti pizza, pasta, rice baked, lasagna, macaroni schotel, dll. Bila memakai keju mozzarella, sebaiknya sajikan dalam keadaan hangat, karena jika sudah dingin keju mozzarella akan kembali mengeras.

4. Keju Edam

Keju Edam (Brilio)

Bentuknya yang bulat dan dilapisi oleh lilin berwarna merah membuat keju ini mudah sekali untuk dikenali. Keju edam ini merupakan keju keras atau hard cheese yang terkenal dari Belanda. Keju ini dinamai Edam karena pertama kali dibuat di Edam, Holland Utara. Keju edam terbuat dari susu skim atau low fat, sehingga kandungan lemaknya tergolong cukup rendah jika dibandingkan dengan keju lainnya, yaitu mencapai 28 %. Keju edam memiliki rasa yang sangat lembut dan cenderung seperti kacang. Baunya juga tidak begitu menyengat karena kandungan lemaknya yang rendah. Keju edam sering digunakan untuk membuat kue kering seperti kastengel, nastar, cheese stick dll.

5. Keju Gouda

Keju Gouda (bfsystem)

Selain keju edam, Belanda juga punya keju Gouda. Banyak yang bilang kalau keju ini termasuk salah satu keju terlezat di dunia. Keju Gouda terbuat dari susu sapi dan difermentasikan selama 4 minggu bahkan hingga satu tahun lamanya. Keju gouda ini biasanya berbentuk bulat dan berwarna kuning, lapisan luarnya dilapisi oleh lilin. Tekstur dari keju ini sedikit keras namun renyah namun apabila disajikan dalam keadaan panas, keju ini bisa meleleh seperti keju mozzarella. Soal rasa jangan ditanya lagi, keju gouda ini punya rasa yang gurih dan creamy di lidah. Biasanya keju ini digunakan sebagai toping salad dan kaserol.

6. Keju Stilton

Keju Stilton (Kumparan)

Keju yang satu ini juga berasal dari Inggris. Keju ini terbuat dari susu sapi yang telah mengalami proses pasteurisasi yakni proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh bakteri, virus, protozoa dan sejenisnya. Keju ini memiliki bentuk silinder tinggi dan memiliki kulit berwarna coklat yang tebal. Terdapat banyak sekali lubang-lubang kecil pada kulit keju ini. Lubang ini merupakan bekas tusukan jarum yang berfungsi agar udara dalam keju dapat keluar. Ada dua jenis keju stilton, yaitu keju stilton muda yang berwarna gading dan teksturnya sedikit rapuh, dan keju stilton tua yang berwarna gelap dan terdapat guratan corak biru yang menonjol.

7. Keju Chevre

Keju Chevre (Brilio)

Kalau keju yang satu ini berasal dari Perancis dan terbuat dari susu kambing. Cevre sendiri dalam Bahasa Perancis berarti kambing. Kalau biasanya keju memerlukan fermentasi selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun, keju chevre hanya cukup difermentasikan selama beberapa hari saja. Tekstur keju chevre ini sedikit lembab, sedangkan rasanya sedikit asam seperti lemon dan sedikit ada rasa seperti kapur. Keju ini biasanya digunakan untuk campuran makanan sehari-hari seperti mac and cheese, crumbled salad, dan juga sandwich.

8. Keju Emmental

Keju Emmental (Okezone)

Keju emmental ini juga biasa disebut sebagai keju Swiss. Yup, sudah pasti keju ini berasal dari Swiss yang terbuat dari susu sapi mentah. Keju ini diberi nama Emmental karena berasal dari lembah Emme di Canton Bern. Sedangkan keju sejenis yang berasal dari Norwegia dikenal dengan keju jarlsberg. Keju emmental ini memiliki banyak sekali lubang di dalamnya. Lubang-lubang ini merupakan bekas gelembung gas karbon dioksida yang ditimbulkan oleh bakteri Propionibacterium freudenreichii yang telah mengonsumsi asam laktat. Keju emmental ini mudah sekali leleh, Karena itulah keju ini biasanya digunakan untuk memasak fondue, quiche, roti lapis keju bakar, kaserol dan cheese burger.

9. Keju Manchego

Keju Manchego (Wikipedia)

Daerah La Mancah di Spanyol merupakan tempat pembuatan keju manchego pertama. Keju ini termasuk salah satu jenis-jenis keju yang memiliki tekstur keras. Manchego merupakan keju terfavorit bagi warga Spanyol. Bahkan karena kepopulerannya, keju ini diekspor ke banyak negara di dunia. Bahan dasar manchego adalah susu domba yang telah melalui proses pasteurisasi. Saat matang keju ini sangat padat, permukaannya kering layaknya lilin. Sedangkan bagian dalamnya terdapat lubang-lubang kecil.

10. Keju Halloumi

Keju Halloumi (Detik)

Keju ini pertama kali dibuat dengan campuran susu sapi dan kambing, berbeda dengan sekarang yang lebih banyak menggunakan susu sapi saja. Kelebihan dari keju yang rasanya asin ini adalah titik lelehnya yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah dijadikan keju panggang ataupun keju goreng. Halloumi biasanya disajikan di bulan-bulan yang suhunya hangat. Untuk menambah kesegaran, keju bertekstur lembut ini disajikan bersamaan dengan semangka.

Keju memiliki banyak manfaat untuk tubuh kamu. Penting! Guna mendapatkan hasil yang lebih sehat, ada baiknya Anda lebih meneliti kualitas kandungan yang ada di dalamnya dibandingkan seberapa banyak keju yang Anda konsumsi. Pilihlah keju rendah lemak jika Anda ingin menghindari kalori serta lemak yang tinggi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Tampilkan Komentar (1)
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers