Masjid Al Falah, Masjid Indonesia di Berlin, Bekas Panti Pijat dan Pernah Ditutup

0

Beepdo.com, JakartaMasjid Al-Falah sebagai tempat ibadah ummat Islam di Berlin, Jerman telah berdiri sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Ia tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ritual ibadah saja. Bahkan sejak didirikannya, ia telah menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan dan dakwah bagi masyarakat muslim Indonesia di Berlin dan sekitarnya.

Setiap minggu Taman Bacaan AlQur’an untuk anak-anak dilaksanakan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Jerman. Bahasa Jerman digunakan, karena banyak putra-putri yang lahir, tumbuh dan besar di Jerman, mereka lebih faham bahasa jerman dibandingkan bahasa indonesia. Demikian pula majelis Ta’lim Anissa untuk Ibu-ibu setiap hari selasa, dan majelis Ta’alim Al Hisab untuk Bapak-bapak setiap hari minggu malam, dan juga remaja masjid setiap hari minggu siang.

Masjid Al Falah di kota Berlin ini adalah satu2nya masjid yg dibangun & dikembangkan oleh Muslim Indonesia di Jerman. (Pinterest)

Masjid Al Falah di kota Berlin adalah satu-satunya masjid yang dibangun, dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat Indonesia di ibukota negara Jerman ini. Ia mungkin juga merupakan satu-satunya masjid yang murni dikelola oleh kaum muslimin Indonesia di negara Jerman, lengkap dengan berbagai kegiatannya.

Masjid Al Falah IWKZ e.V. selama ini masih mengontrak bangunan di jalan Feldzeugmeisterstrasse. Sebuah pub dan tempat pijat yang kemudian direnovasi para jamaah menjadi masjid yang cukup lapang. kemajuan Islam di Berlin dan Jerman secara keseluruhan dirasakan pula oleh umat muslim Indonesia. Dakwah semakin berkembang dan jamaah semakin bertambah. Dan kini muslim Indonesia di Berlin berencana untuk membangun masjid Indonesia di Berlin yang permanen.

Sejarah Masjid Al Falah di Berlin ini bermula sekitar tahun 1988, sekelompok muslimin Indonesia di Berlin (kala itu masih bernama Berlin Barat, bagian dari Jerman Barat) yang tergabung dalam PPME, memutuskan untuk menyewa sebuah rumah tinggal untuk dijadikan masjid sekaligus pusat kegiatan organisasi mereka. Sebuah rencana yang sudah dirintis sejak tahun 1984. Masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid Al-Falah. Masjid Indonesia ini menjadi salah satu dari sekitar 80 masjid yang ada di Berlin.

Jamaah Masjid Al-Falah berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Turki, Brunei, Malaysia, India, Cina, Pakistan, Indonesia, negara-negara Arab dan Afrika. Masjid Al Falah memegang peranan penting sebagai pusat informasi keislaman untuk masyarakat muslimin Indonesia yang saat ini tercatat berjumlah sekitar lebih dari 1200 orang di Berlin.

Masjid Al Falah awalnya menggunakan sebuah apartemen seluas 90 meter persegi di jalan Melangtongstrasse. Masjid Al Falah terus berkembangdan pada ahir tahun 2006 menjadi sebuah yayasan yang terdaftar resmi di Departemen Kehakiman Republik Federal Jerman.

Masjid Al Falah, Berlin (Amuslima)

Nama organisasi yang mengelola masjid ini adalah Indonesisches Weisheits und Kulturzentrume.V. (Pusat Kearifan dan Budaya Indonesia) atau disingkat dengan nama IWKZe.V.). Sejak 2007, Mesjid Al Falah pun menempati gedung baru di Feldzeugmeisterstrasse seluas 215 m2, di lokasinya yang sekarang ini. Bangunannya dulu klub malam yang bersebelahan dengan tempat pijat. 2 Bangunan ini disatukan dan direnovasi selama 3 bulan untuk menjadi masjid yang cukup luas.

Dan sejak awal tahun 2007 itu pula, Masjid Al Falah tidak lagi dikelola oleh PPME melainkan dibawah IWKZe. V. Dengan dukungan dari segenap pengurus masjid, KBRI dan masyarakat Indonesia. Masjid Al-Falah senantiasa berusaha berintegrasi dengan kultur Jerman dan tetap menjaga akar Indonesia.

Dengan luas sekitar 200 m2, mampu menampung sekitar 180 jamaah sholat. Namun seiring meningkatnya jumlah kaum muslim Indonesia di Berlin, masjid ini diperkirakan tidak akan mampu lagi menampung jumlah jamaah yang semakin banyak dalam beberapa tahun ke depan. Status bangunannya sebagai gedung sewa juga cukup beresiko, karena pemutusan kontrak sewa akan mengharuskan dipindahnya masjid, sebuah proses yang tidak sederhana dan berakibat pada terganggunya ibadah dan kegiatan keislaman kaum muslim Indonesia di Berlin. Hal ini pernah terjadi pada tahun 2005, kontrak sewa masjid diputus sehingga masjid tidak memiliki tempat ibadah selama lebih dari satu tahun.

Masjid Al Falah juga menjadi pusat kegiatan belajar agama Islam dan perkuliahan. (Amuslima)

Sempatkan singgah ke Masjid Al Falah, ya guys kalau berkunjung ke Jerman.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
711kSubscribers
90.2kFollowers