Menelusuri Jejak Masa Lalu Lombok di Kota Tua Ampenan

0

Beepdo.com, Jakarta – Memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau. Karena memang selain disuguhi deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampau. Kota tua Ampenan juga menjadi saksi bisu masa kejayaan dan keemasan Ampenan sebagai armada pelabuhan, pusat prekonomian dan perdagangan

Dahulu, Kota Tua Ampenan sempat dikenal sebagai kota paling ramai dan merupakan kota pelabuhan utama di Lombok. Buktinya pun terpampang jelas, dengan keberadaan gedung-gedung tua yang hingga kini masih berdiri di tempat wisata ini.

Kota Tua Ampenan (LengaIndonesia)

Kalau ingin menyaksikan suasana Kota Tua Ampenan, tidak terlalu sulit. Tempat wisata Kota Tua Ampenan yang merupakan bagian dari wilayah Kota Mataram bisa dijangkau dari Pelabuhan Lembar atau pelabuhan yang menghubungkan Padangbai Bali dengan Lombok. Perjalanan dari Lembar menuju ke sini tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu perjalanan selama 1 jam.

Sebagai tambahan, Kota Tua Ampenan juga kerap menjadi persinggahan bagi para wisatawan. Alasannya, karena di sini tersedia beragam pilihan hotel murah. Selain itu, akses transportasi dari Ampenan menuju berbagai tempat wisata di Lombok juga bisa dijumpai dengan mudah.

Kota Tua Ampenan merupakan salah satu Kota yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Di Indonesia sendiri terdapat 43 Kota yang termasuk dalam JKPI. Pembangunan Kota Ampenan tidak terlepas dari ambisi penjajah Belanda untuk menciptakan sebuah kota pelabuhan di Pulau Lombok.

Kota Tua Ampenan (DolanDolen)

Kota Ampenan dibangun sejak tahun 1924 oleh Belanda untuk mengimbangi kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Bali. Ampenan berasal dari kata amben, dalam bahasa Sasak berarti tempat persinggahan. Nama ini sangat tepat, mengingat Ampenan merupakan kota pelabuhan tempat singgah berbagai suku bangsa kala itu.

Sampai sekarang, warga penghuni Kota Tua Ampenan terdiri dari beragam suku bangsa. Hal ini terwujud dari banyaknya perkampungan sekitar yang menggunakan nama tempat asal mereka. Ada Kampung Tionghoa, Kampung Arab, Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Jawa, Kampung Bali, dan Kampung Banjar.

Terdapat berbagai bangunan kuno peninggalan Belanda di Kota Tua Ampenan. Bangunan tersebut berfungsi sebagai gudang dan juga kantor kala itu. Sampai sekarang berberapa bagunan difungsikan sebagai pertokoan dan perkantoran.

Kawasan Kota Tua Ampenan (TempatWisataLombok)

Ampenan pernah menjadi pelabuhan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali. Namun, sejak tahun 1973 pelabuhan penyeberangan dipindahkan ke Lembar. gelombang laut yang terlalu besar menjadi salah satu pertimbangan pemindahan. Sejak pemindahan pelabuhan penyeberangan ke Pelabuhan Lembar, kegiatan ekonomi masyarakat memang tidak seramai dulu. Namun masih tampak rutinitas masyarakat seperti jual beli ikan segar maupun ikan olahan.

Masayarakat suku Bugis paling banyak berprofesi sebagai nelayan. Warga Tionghoa dan Arab kebanyakan berdagang. Sedangkan suku lain beragam profesi. Sedangkan, masyarakat suku Sasak sendiri lebih banyak membuka warung makanan di bekas pelabuhan Ampenan. Di bekas pelabuhan Ampenan, anda bisa memanjakan lidah dengan berbagai kuliner khas Pulau Lombok. Seperti, Sate Bulayak, Plecing Kangkung Khas Lombok, Sate Tanjung, Ayam Taliwang dan berbagai jajanan khas tradisonal Lombok.

Sunset di pelabuhan Kota Tua Ampenan (GantunganKunci)

Untuk mengelilingi Kota Tua Ampenan, anda bisa menggunakan cidomo, yakni kereta kuda yang merupakan kendaraan tradisional masyarakat Pulau Lombok. Jika anda hendak ke Kota Tua Ampenan, waktu yang tepat adalah sore hari. Di bekas pelabuhan, anda dapat menyaksikan matahari tenggelam di ufuk barat. Mega-mega merah yang menyelimuti bangunan di Kota Tua Ampenan seoalah membawa pikiran anda ke masa lalu. Selamar berpetualang.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
712kSubscribers
90.2kFollowers