Kolak Ternyata Sarat Makna, Ini Penjelasannya!

0

Beepdo.com, Jakarta – Takjil andalan ini memang begitu digemari masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya manis, kolak juga memiliki berbagai variasi yang dapat memuaskan lidah dengan selera bermacam-macam.

Tapi sebenarnya bagaimana awal mula kolak itu?

Kolak (Plukme)

Setelah menelusuri lebih dalam, kolak ini merupakan salah satu media penyebaran Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Masyarakat Jawa pada masa itu belum mengenal Islam dengan baik, sehingga para ulama mencoba berembuk untuk menetapkan satu cara sederhana agar masyarakat dapat memahami agama Islam.

Cara mudah dan sederhana akan lebih dipahami oleh masyarakat Indonesia pada waktu itu sepertinya berhubungan dengan makanan, dengan begitu para ulama sepakat memberikan kolak sebagai media penyebaran Islam. Penamaan makanan yang biasanya terbuat dari pisang atau ubi, gula aren, dan santan ini juga tidak sembarangan, ada filosofi sendiri pada setiap elemen kolak.

Kata kolak sendiri memiliki arti begitu dalam, rujukan nama yang digunakan adalah Khalik. Khalik dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan untuk Tuhan pencipta alam semesta, yaitu Allah SWT. Pengibaratan kolak itu menunjukan agar masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, bahan-bahan untuk membuat kolak pun memiliki arti tidak kalah filosofis. Seperti pisang, bahan paling umum digunakan sebagai isian kolak adalah pisang kepok. Kata kepok ini merujuk pada kapok, mengartikan bahwa masyarakat harus kapok atau jera dalam berbuat dosa dan segera bertobat kepada Allah SWT.

Sedangkan bahan lain sering digunakan kolak adalah ubi. Ubi sering dikenal dengan nama telo pendem pada waktu itu merujuk pada makna bahwa masyarakat harus mengubur kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat, sehingga bisa melanjutkan hidup dengan jalan penuh ridho Allah SWT. Terakhir, gula merah menjadi pemanisnya agar manusia menghilangkan segala keburukan dan saling memaafkan sambil mengingat adanya Sang Pencipta.

Kolak (Agrowindo)

Kolak biasanya hanya hadir di bulan ramadhan, sebagai waktu yang tepat untuk merenungi kembali apa yang telah manusia perbuat sebelum menyantap kolak. Semoga bermanfaat.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
701kSubscribers
90.2kFollowers