Masjid Tua Patimburak, Perpaduan Masjid dan Gereja

0

Beepdo.com, JakartaMasjid berusia 174 tahun itu merupakan masjid tertua di Fakfak dan aset sejarah Islam di tanah Papua. Dibangun oleh Raja Wertuar pertama yang bernama Pamempek Kuda di Kampung Patimburak pada 1870 Masehi dan diberi nama Masjid Al Yasin.

Kata ‘Wertuer’ yang melekat menjadi nama masjid sendiri, menurut bahasa lokal setempat memiliki arti ‘Yang Paling Tua’. Namun, tak ada literatur yang menyebutkan makna pasti dari kata tersebut. Ada pula sumber lain yang mengartikan ‘Wertuer’ sebagai muara air, merujuk pada lokasi masjid yang terletak di dekat muara sungai.

Untuk mencapai masjid tersebut, sebelumnya harus menempuh perjalanan darat dari Fakfak ke Kokas. Tersedia angkutan luar kota dari terminal Kota Fakfak. Selama 2 jam, Anda akan menyusur jalan berkelok dan segarnya udara pegunungan.

Masjid Tua Patumburak (TravelToday)

Tiba di kota kokas, perjalanan menuju Kampung Patimburak harus dilanjutkan menggunakan longboat sewaan. Jika menggunakan longboat, pengunjung yang ingin menuju Masjid Tua Patimburak bisa menikmati keindahan pulau-pulau karang yang masih perawan di sepanjang perjalanan di pesisir pantai dan laut dari Kokas menuju Kampung Patimburak.

Pada masa penjajahan, masjid ini bahkan pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan lubang bekas peluru di pilar masjid.

Penyebaran Islam di Kokas tak lepas dari pengaruh kekuasaan Sultan Tidore di wilayah Papua. Pada abad XV, Kesultanan Tidore mulai mengenal Islam. Sultan Ciliaci adalah sultan pertama yang memeluk Islam. Sejak itulah, sedikit demi sedikit Islam mulai berkembang di daerah kekuasaan Kesultanan Tidore termasuk Fakfak yang di mulai dari Kampung Patimburak, Distrik Kokas.

Kondisi Masjid Tua Al Yasin saat ini sudah mulai rusak, empat tiang pilarnya kakbah sudah dalam keadaan miring ke belakang, tiang tiang pada dinding bangunan ini pun sudah rusak dan keropos. Namun, keasliannya masih terlihat dengan alami, sebab semua masih asli keciali atap seng yang sudah pernah diganti pada saat rehab tahun 2003.

Bak air tempat wudu pun telah rusak, sekarang mengunakan profil tank untuk menampung air wudu. Sumber air pun kini hanya mengharapakan dari hujan saja.

Aura tradisional muncul saat menyambangi lokasi masjid tua ini. Di kampung yang dihuni tak lebih dari 435 kepala keluarga tersebut didapati kesederhanaan yang menyatu dari bangunan masjid dan kehidupan masyarakatnya.

Masjid Tua Patumburak (Okezone)

Sekilas bangunan masjid seluas tidak lebih dari 100 meter persegi ini tampak biasa. Namun, masjid ini memiliki keunikan pada arsitekturnya, yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.8kFans
345Followers
708kSubscribers
90.2kFollowers