Video: Keluarga Fairuz A Rafiq Sebut Permohonan Maaf Galih Ginanjar Tidak Tulus

0

Beepdo.com – Galih Ginanjar sudah mengutarakan permohonan maaf kepada mantan istrinya Fairuz A Rafiq. Galih Ginanjar meminta maaf kepada Fairuz  A Rafiq dilakukan beberapa kali. Pertama Galih Ginanjar menulis surat yang ditujukan kepada Fairuz A Rafiq, kedua ia membuat video permohonan maaf dari dalam penjara.

Keluarga Fairuz merasa permintaan maaf Galih kepada Fairuz tidak tulus. Sebab sebelum Galih terkena kasus video ikan asin, suami Barbie Kumalasari ini tidak menunjukan perhatian kepada anaknya yang kini diasuh oleh Fairuz, King Faaz atau Faaz.

“Dulu dia pernah meminta tes DNA dengan Faaz, sekarang giliran terkena kasus dia menyebut nama Faaz,”bilang kakak Fairuz, Fadia A Rafiq di Jakarta kepada Beepdo.com. Menurut Fadia, Galih yang merupakan mantan adik iparnya tidak konsisten dengan ucapan dalam video ikan asin yang jelas-jelas mempermalukan Fairuz. “Giliran saat video minta maaf dia bilang enggak bermaksud mempermalukan Fairuz,”tegas Fadia.

Termasuk ucapan Galih yang dalam video permintaan maaf menyebut, saat masih menjadi suami Fairuz, ia sudah merawat almarhum ayah Fairuz, A Rafiq. Fadia membantah jika Galih telah mengurus ayahnya selama almarhum sakit keras. “Galih datang ke rumah sakit kalau jam besuk bukannya mengurus setiap saat,” bilang Fadia.

 

Fadia menganggap permintaan maaf Galih yang ditulis melalui surat dan video permintaan maaf hanya mencari sensasi belaka saja yang sengaja dibuat Galih. “Setelah dia meminta maaf ada orang yang tiba-tiba rekaman lagu lalu promosi album,”sesal Fadia.

Sepertinya Fadia dan keluarga besar Fairuz A Rafiq yang lain tak mau menggubris permintaan maaf atau pengajuan perdamaian dari pihak Galih Ginanjar. “Sekarang menjalani proses hukum yang ada saja, dia juga punya pengacara, Fairuz juga ada pengacara,”tutup  Fadia.

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
711kSubscribers
90.2kFollowers