Lima Warisan Ibu Tien Soeharto, Pendiri Yayasan Harapan Kita yang Tetap Lestari

0

Beepdo.com – Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Pepatah lama itu rasanya masih tetap kontekstual saat kita mengenang seorang perempuan bernama Raden Ayu Siti Hartinah atau lebih akrab disapa Ibu Tien Soeharto. Semasa hidupnya selain sebagai Ibu Negara, ia juga mendirikan dan mengelolah Yayasan Harapan Kita (YHK). Melalui yayasan inilah dihasilkan beragam mahakarya yang tetap lestari hingga kini dan nanti.

Momentum peringatan 51 tahun berdirinya YHK kembali menjad titik tolak untuk mengingat dan mengenang jasa seorang Ibu Negara yang karyanya masih relevan dan memiliki kontribusi besar untuk pendidikan, kehidupan dan kemanusian di negeri ini.

Mbak Tutut melanjutkan kepemimpinan Ibu Tien Soeharto di Yayasna Harapan Kita. (istimewah)

Seperti yang dikemukan putri sulung almarhumah Ibu Tien Soeharto; Ny. Siti Hardiyanti Rukmana atau lebih akrab disapa Mbak Tutut, meski sang bunda tak punya gelar akademik mentereng namun apa yang ia gagas dan realisasikan tak kalah dengan pakar yang punya terori yang diakui dunia. Bahkan ia mewujudkannya sebelum teori itu dikenal banyak orang.

“Jauh sebelum orang-orang di Indonesia membicarakan antropolog terkemuka Marcell Maus, dengan teori ‘The Gift’ -nya, seorang ibu rumah tangga yang tak pernah sekalipun meraih gelar Ph.D, apalagi profesor dalam hidupnya, justru ia telah lama percaya akan kekuatan ‘tolong menolong’. Telah lama yakin bahwa ‘semangat memberi’ akan menerangi kehidupan manusia yang menjalani laku tersebut ,” ujarnya saat berhadapan dengan insan pers dalam rangka HUT YHK ke-51 di Gedung Granadi, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jum’at (23/8/2019).

Mbak Tutut memotong tumpeng HUT ke-51 Yayasan Harapan Kita. (istimewah)

Peran Mbak Tutut memang cukup sentral karena dia yang melanjutkan estafeta kepemimpinan Ibu Tien Soeharto di YHK. Yuk kita telisik satu demi satu lima mahakarya Ibu Tien yang dibuat bersama YHK.

 

TMII
Kalau ingin melihat Indonesia dalam waktu singkat, yang paling mudah ya menyambangi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di tempat ini terdapat anjungan provinsi yang ada di Indonesia. Rumah adat dan karakter khas dari tiap provinsi dihadirkan dalam anjungan provinsi.

Rumah Adat dan miseum adalah koleksi andalan Taman Mini Indonesia Indah. (dok TMII)

Gagasan pembangunan miniatur Indonesia ini, seperti dikutip dalam situs resmi TMII, dicetuskan oleh Ibu Tien Soeharto pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia.

Proyek TMII mulai dibangun YHK tahun 1972 dan diresmikan 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi moderen diperagakan di areal seluas 150 hektar. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Tak hanya anjungan provinsi yang ada di area TMII kini. Ada juga beragam museum yang bukan hanya sebagai tempat wisata, namun bisa juga menjadi sarana belajar bagi pelajar dan mahasiswa. Ada Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, kereta gantung dan lain sebagainya.

 

TAIP
Kecintaan Ibu Tien pada tanaman anggrek membuat ia punya perhatian khusus pada jenis tanaman ini dan bersama YHK ia mendirikan Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) yang berlokasi di Jl. Taman Mini Raya, Jakarta Timur. Indonesia sebagai negara tropis memang kaya akan species anggrek yang tumbuh dan berkembang di seantero negeri. Mulai dari jenis anggrek yang tumbuh di tepi pantai hingga di pedalaman hutan hujan tropis.

Salah satu koleksi Taman Anggrek Indonesia Permai. (dok. barly)

TAIP diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1993. Dengan lokasi yang tak jauh dari TMII membuat TAIP bisa menjadi dalah satu destinasi tambahan saat berwisata ke TMII. Beragam anggrek dibudidayakan di TAIP dan menjadi salah satu tempat budidaya anggrek terkemuka di Indonesia.

 

Perpustakaan Nasional
Sebelum Indonesia memiliki Gedung Baru Perpusatkaan Nasional yang berlokasi di jalan Medan Merdeka Selatan saat ini. Gedung Perpustakaan Nasional Indonesia berlokasi di jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Gedung Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta. (Dok.un2kmu.wordpress.com)

Adalah YHK yang dipimpin oleh Ibu Tien Soeharto yang membangun gedung perpustakaan berskala nasional yang berlokasi di Ibukota Negara. Hingga saat ini perpustakaan ini masih aktif dan dikunjungi oleh publik.

 

RSAB Harapan Kita

Lebih dari setengah abad silam Ibu Tien Soeharto mendirikan YHK. Tidak sendirian, ia bersama ibu-ibu yang punya kepedulian serupa. “Ibu Siti Zaleha Ibnu Sutowo, Ibu Sri Dewanti Muhono, Ibu Kartini Widya Latief, Ibu Siti Maemunah Alamsjah, Ibu Wastuti Ali Murtopo dan Ibu Soetamtitah Soedjono Humardani,” kata Tb. Mohammad Sulaeman, Sekretaris Jenderal YHK.

RSAB Harapan Kita sudah banyak sumbangsihnya untuk masyarakat. (dok. RSABHK)

Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita didirikan pada 22 Desember 1979. Landasan didirikannya RSAB ini adalah keyakinan bahwa anak adalah tunas bangsa yang akan mengangkat derajat bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

RSAB adalah bukti perlawanan Ibu Tien Soeharto terhadap tingginya angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan di masa itu. Beliau ingin rumah sakit ini berperan besar membantu tumbuh kembang anak-anak hebat harapan bangsa dan menjadi pionir penggunaan teknologi kedokteran terbaru. “Pada Mei 1988 lahir bayi tabung pertama Indonesia. Dengan bahagia Ibu Tien Soeharto memberinya nama Nugroho Karyanto. Disusul bayi tabung kembar tiga yang juga mendapatkan nama dari Ibu Tien Soeharto yaitu Melati, Suci, dan Lestari,” ungkap Tb. Mohammad Sulaeman.

 

RS Jantung dan Pembulu Darah Harapan Kita

Tak hanya melalui RSAB Harapan Kita, perhatian Ibu Tien juga tergerak saat beberapa penyakit penting seperti jantung masih belum bisa ditangani di Indonesia. Saat itu ketergantungan warga Indonesia pada pengobatan di manca negara amat tinggi seperti pengobatan penyakit jantung.

RS Jantung Harapan Kita kini menjadi rujukan nasional untuk penyakit jantung. (Dok. RSPDJHK)

Menurut Mbak Tutut, Ibu Tien amat besar dalam merupaya membantu penyembuhan penyakit. ”Jangan pernah kita dikalahkan oleh penderitaan tanpa berupaya melawannya sekuat tenaga,” inilah, kata Mbak Tutut yang menjadi salah satu landasan didirikannya rumah sakit Jantung Harapan Kita yang berlokasi di Daerah Jakarta Barat pada 9 November 1985.

Setelah rumah sakit ini berdiri, kata Mbak Tutut,banyak yang melakukan pengobatan di sini. “Kita dapat menjadi saksi bagaimana YHK berhasil mengurangi ketergantungan warga Indonesia berobat ke luar negeri. YHK bertekad kuat sebagaimana keinginan ibu Tien sebagai pendirinya membela kesehatan rakyatnya,”kata Mbak Tutut.

Mbak Tutut menyampaikan sambutan sebagai Ketua Umum Yayasan Harapan Kita pada HUT ke-51. (Istimewa)

Sejak awal berdirinya, YHK menurut Mbak Tutut bagi yang ekonominya tidak mampu, meskipun mengalami gangguan jantung, tetap harus diselamatkan dengan mekanisme cross subsidi. Inilah semangat tolong menolong yang coba diusung Ibu Tien Soeharto dan dipertahankan hingga sekarang. Rumah sakit tetap bisa beroperasi meski menjalankan misi sosial, mengobati mereka yang tidak mampu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berikan Komentar
19.9kFans
345Followers
700kSubscribers
90.2kFollowers