Beepdo.com- Setiap pernikahan sudah selayaknya dicatatkan pada petugas negara. Bagi pemeluk agama Islam dilakukan oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) dan petugas Kantor Catatan Sipil untuk agama selain itu. Namun dalam praktinya ada juga pernikahan yang tidak tercatat atau tak mau dicatatkan, masyarakat mengenalnya dengan istilah nikah siri. Padahal menurut Dr. Fahmi Bachmid, SH penggunaan istilah siri (rahasia) itu kurang tepat untuk konteks pernikahan. Mengapa? Yuk disimak Café Code kali ini.

Nikah siri dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah perikahan yang hanya disaksikan seorang modim (penghulu) dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama. Secara hukum agama pernikahan ini sah jika syarat rukun nikah dipenuhi. “Dari sudut Bahasa Arab siri itu kan artisnya rahasia. Sebenarnya ini kurang tepat, soalnya pernikahan itu pasti ada saksinya. Yang benar itu ada pernikahan yang tercatat dan yang tidak tercatat,” terangnya saat ditemui di Ngopile Café, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Fahmi Bachmid. (Beepdo.com)

Landasan pernikahan di negara ini, kata Fachmi adalah UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Dalam UU itu ditegaskan sebuah pernikahan itu dianggap sah apabila dilaksanakan berdasarkan agama dan kepercayaan. Bagi yang Bergama Islam harus berdasarkan syariat Islam dan juga bagi agama-agama lainnya,” terangnya.

Pertanayaannya apa implikasinya kalau sebuah pernikahan itu tidak tercatat, apa ruginya kalau sebuah pernikahan tidak dicatatkan di KUA atau Kantor Catatan Sipil? “Ternyata banyak sekali kerugian jika sebuah pernikahan tidak terdaftar atau dicatatakan kepada petugas negara; KUA dan Catatan Sipil. Antara lain anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut dalam angka kelahirannya disebut anak diluar pernikahan. Jadi anak tersebut tidak diakui oleh negara. Implikasinya jika ada persoalan warisan anak tersebut tidak akan mendapat hak waris karena dia tidak diakui sebagai anak dari pernikahan yang sah. Dan masih banyak lagi kerugian lainnya ketika sebuah pernikahan tidak dicatatkan,” terangnya.

Fahmi Bachmid. (Beepdo.com)

Lalu seperti ap ajika sebuah nikah siri mau dicatatkan kepada negara? “Kalau mereka yang belum mencatatkan nikahnya bagi yang bergama Islam ada yang Namanya Istbath nikah. Prosesnya dilakukan melalui Pengadilan Agama. Jadi yang semula pernikahan tidak tercatat menjadi tercatat dan diakui seperti pernikahan yang tercatat pada umumnya,” jelasnya. Bagaimana keterangan selengkapnya kamu bisa simak wawancara selengkapnya di Café Code bareng Dr. Fachmi Bachmid, S.H. Setelah menyimak dengan seksama kamu bisa menentukan apakah nikah siri atau nikah tercatat yang layak dipilih.