Demi Planet Sebuah Lament, Garin Nugroho Lakukan Riset Selama 7 Tahun

0

Beepdo.com – Sebuah pentas yang spektakuler digelar mulai hari ini, Jumat (17/1). Pertunjukan bertajuk Planet Sebuah Lament ini tak lain adalah hasil kerja keras Garin Nugroho untuk menampilkan salah satu sisi keindahan budaya Indonesia.

Pentas sendiri digelar selama dua hari hingga Sabtu (18/1) mendatang, sebelum nantinya akan dibawa tur keliling ke Melbourne hingga Belanda. Adapun fokus dari pertunjukan ini adalah kawasan Melanesia (bagian timur Indonesia), yang terbentang dari Papua, Nusa Tenggara, Filipina, hingga Hawaii.

“Ini adalah karya dengan tim bersama dari Australia dan Indonesia. Karya setelah film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ dan film bisu ‘Setan Jawa’. Ini adalah ide untuk perubahan iklim, tahun 2019 saja lebih dari 3.500 bencana alam terjadi,” ungkap Garin di Teater Jakarta, Kompleks TIM< Jakarta Pusat, pada Jumat (17/1).

Pertunjukan ini nyatanya bukan sesuatu yang instan. Demi mewujudkan acara ini, Garin telah melakukan riset selama tujuh tahun dan bolak-balik ke Papua untuk mencari referensi tentang budaya Melanesia.

“Tapi obsesinya sejak 7 tahun yang lalu. Sebenarnya jauh sebelum itu, ini sudah saya lakukan sejak tahun 1980-an saya sering bolak-balik ke Papua dan tertarik dengan budaya lament atau lagu-lagu ratapan,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari Detik.

Nantinya, Planet Sebuah Lament karya Garin Nugroho ini akan menjadi pembuka di ASIA TOPA (Asia-Pacific Triennial of Performing Arts), pada Februari 2020 di Melbourne, Australia. Setelahnya, pentas juga akan ditampilkan di Dusseldorf, Jerman, dan Amsterdam.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.7kFans
349Followers
711kSubscribers
90.2kFollowers