Sajad Ukra Diduga Hina Polisi Indonesia, Apa Kata Praktisi Hukum?

0

Beepdo.com – Baru-baru ini, akun Instagram Nikita Mirzani mengunggah postingan audio seorang laki-laki yang diduga Sajad Ukra. Parahnya, pria dalam audio tersebut terdengar sedang menyebut polisi Indonesia korup.

Hal ini sempat dibantah oleh Medina Moesa, istri Sajad Ukra, yang sanksi bahwa suara pria tersebut adalah suaminya. “Kan harus dibuktikan dong kalau itu benar suaranya dia. Kan nggak bisa main unggah terus tulis caption bilang itu suara dia,” ungkap Medina saat ditemui di SCBD, Jakarta Selatan pada Rabu (5/2), dilansir dari Detik.

Namun terlepas dari apakah pria itu Sajad Ukra atau bukan, hukum Indonesia sudah mengatur hal ini. Kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, berpendapat jika terjadi seseorang atau siapa saja yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap pemerintah Indonesia bisa ditangkal masuk ke wilayah NKRI. Hal tersebut tertuang dalam Pemerintah Republik Indonesia No 31 Tahun 2013.

“Setiap orang jadi siapa saja yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap pemerintah Indonesia bisa ditangkal untuk masuk indonesia,” ujar Fahmi Bachmid melalui pesan aplikasi pada redaksi, Kamis (6/2).

Mengacu pada peraturan tersebut, penjelasan tentang penangkalan ada pada ketentuan umum poin 28. “Penangkalan adalah larangan terhadap Orang Asing untuk masuk Wilayah Indonesia berdasarkan alasan Keimigrasian,” demikian bunyinya.

Dalam kasus yang mirip terduga Sajad Ukra ini, penangkalan sifatnya berbeda dengan pencegahan. “Pencegahan adalah larangan sementara terhadap orang untuk keluar dari Wilayah Indonesia berdasarkan alasan Keimigrasian atau alasan lain yang ditentukan oleh Undang-Undang,” tertulis pada Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 31 Tahun 2013 poin 27.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Berikan Komentar
19.9kFans
347Followers
704kSubscribers
90.2kFollowers