Lafal Bacaan Takbiran Idul Fitri, Lengkap Dengan Tata Cara dan Artinya

Beepdo.com – Memasuki hari raya Idul Fitri 1 Syawal dan di penghujung Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk banyak berdzikir. Salah satunya melalui bacaan takbir ‘Allahu Akbar’, sebagai bentuk syukur dan nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di bulan Ramadan tahun ini, pemerintah sudah mengeluarkan anjuran untuk melaksanakan ibadah di rumah aja demi menekan penyebaran virus corona. Termasuk di dalamnya melaksanakan Shalat Ied dan juga meniadakan takbiran keliling.

Lalu kapan sebainya memulai takbiran di rumah? Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS) ada dua pendapat dari ulama. Yang pertama sejak malam setelah Maghrib satu hari sebelum salat Idul Fitri, sedangkan yang kedua dimulai saat pagi hari ketika menuju salat Ied

Takbiran via Viva

Setelah shalat Idul Fitri selesai, maka tidak ada lagi takbir. Hal ini berbeda dengan Idul Adha yang masih disunnahkan untuk tetap mengumandangkan takbir di hari tasyrik.

Adapun lafaz takbir Ied ada beberapa versi, yang pendek dan panjang. Penjelasannya sebagai berikut:

a. Lafadz takbir ‘Ied seperti disandarkan kepada Ibn Mas’ud, ‘Umar ibn al-Khattab dan ‘Ali ibn Abi Thalib, di antaranya adalah sebagai berikut:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

“Allahu akbar allahu akbar, la ilaha illallah wallahu akbar alllahu akbar walillahil hamd”

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah-lah segala puji.”

b. Lafadz takbir ‘Ied sesuai hadits riwayat Abdur Razaq dari Salman dengan sanad yang shahih, yang mengatakan:

كَبِّرُوْا، اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Artinya: “Bertakbirlah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Sungguh Maha Besar. (lihat ash-Shan’aniy, Subul as-Salam, Juz II: 76)

Ada juga bacaan takbir yang lebih panjang. Berikut lafal lengkapnya

اللّه أكْبَرُ كَبيراً، والحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحانَ اللَّهِ بُكْرَةً وأصِيلاً، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه واللَّهُ أكْبَرُ

“Allahu akbar kabira, wal hamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrataw wa ashila, la ilaha illallah, wa la na’budu iyyahu mukhlisina lahud din, wa law karihal kafirun, la ilaha illlallah wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzab wahdah, la ilaha illallah wallahu akbar”

Lafaz takbir di atas bukan dikhususkan untuk dibaca di hari Raya Idul Fitri dan Idul Fitri. Di beberapa kesempatan, lafaz takbir di atas juga sering dikumandangkan, salah satunya ketika menyambut kepulangan Rasulullah dari perang, haji atau umrah.

Komentar
Loading...