Ketentuan Puasa Syawal Anjuran Rasulullah, Pahalanya Setara Puasa 1 Tahun

0

Beepdo.com – Ibadah puasa di Bulan Ramadan 1441 H akan segera berakhir. Kemenag RI sudah memutuskan jika Idul Fitri 1441 H akan jatuh pada hari Minggu (22/5). Dengan demikian, Puasa Syawal sudah bisa diamalkan.

Di akhir Ramadan pada zaman Nabi, sahabat pernah diingatkan agar menjalankan puasa Syawal. Puasa ini dimulai pada hari kedua bulan Syawal atau sehari setelah merayakan Idul Fitri.

Ilustrasi Puasa via Detik Health

Meski demikian ada banyak dalil juga yang menyebutkan puasa Syawal tak harus dimulai di hari kedua bulan Syawal. Yang terpenting puasa dilakukan dilakukan di bulan Syawal sebagal 6 hari tidak harus berturut-turut, namun dianjurkan untuk menyelesaikannya dengan segera.

Adapun keutamaan menjalankan Puasa Syawal selama 6 hari, pahalanya senilai dengan puasa setahun penuh. Hal ini disinggung pada Hadist Tsauban berikut ini.

Ilustrasi Puasa via NusantaraTV

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits yang membahas Puasa Syawal ini shahih).

Anda mungkin juga berminat