Misteri Kematian Pablo Escobar, Bandar Narkoba Terbesar yang Diduga Bunuh Diri

Beepdo.com – Nama Pablo Escobar cukup dikenal di dunia mafia internasional. Bagaimana tidak, sejak kecil dia sudah akrab dengan dunia kejahatan hingga pada akhirnya dunia mengenalnya sebagai gembong kokain terbesar dunia.

Pablo Escobar adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara yang dilahirkan oleh pasangan petani dan seorang guru di Meddelin, Kolombia. Sejak remaja, dia sudah mulai mencuri batu nisan dan kemudian menjualnya kepada penyelundup lokal.

Seiring berjalannya waktu, dia semakin banyak terlibat dengan aksi kejahatan. Bersama dengan rekannya yang bernama Oscar Benel Aguirre, dia melalukan penipuan, menyelundupkan rokok, menjual lotre palsu, mencuri mobil, bahkan melakukan aksi penculikan.

Pablo Escobar via IDN Times

Kejahatan yang dilakukan ternyata membuatnya berhasil meraup banyak keuntungan. Pada usia 26 tahun, dia telah berhasil menjadi salah satu orang terkaya dan dilaporkan memiliki uang hingga 3 juta dollar AS di rekening bank. Dengan modal yang cukup, dia memulai bisnis kokain pada tahun 1975.

Demi melancarkan bisnis, dia membeli berbagai alat transportasi mewah. Sayangnya, pada tahun 1976 dia tertangkap polisi dan kedapatan mengangkut 39 kg bahan baku kokain. Dia pun harus berhadapan dengan hukum namun melakukan segala usaha agar bisa lolos.

Pablo Escobar via Detik

Sempat gagal menyuap hakim, pada akhirnya dia membunuh dua petugas yang menangkapnya. Setelahnya, Pablo Escobar mulai menjalin hubungan dengan pihak hukum dengan cara melakukan penyuapan atau mengirimkan ancaman pembunuhan. Cara ini ternyata cukup berhasil, dan dia bisa melancarkan bisnisnya selama bertahun-tahun kemudian.

Walaupun menjalankan bisnis haram hingga taraf internasional, namun Pablo Escobar memiliki banyak pendukung karena dia dikenal dermawan dan suka membantu kaum miskin. Namun pada akhirnya dia memilih menyerahkan diri, walaupu pada akhirnya dia kemudian kabur lagi.

Pablo Escobar kemudian terlibat baku tempat dengan polisi pada 2 Desember 1993. Dia meninggal akibat luka tembakan pada kaki, badan, dan kepala. Meski demikian, beberapa orang meyakini bahwa sebenarnya dia mati akibat bunuh diri.

Anda mungkin juga berminat