Kota Agats, Kota Mengapung yang ada di Ujung Timur Indonesia

0

Hidup di atas rawa dan lumpur sudah jadi hal biasa bagi masyarakat Kota Agats. Mitos yang berkembang di sana adalah adanya kutukan yang membuat kota ini basah dan akan menjadi rawa selamanya. Alhasil, jadilah Agats dari dulu hingga kini dijuluki kota apung. Kamu tak akan mengira, ada sebuah kota berdiri lengkap dengan penduduk dan kegiatan sehari-hari di atas rawa. Papan jadi satu-satunya penyelamat hingga semua kehidupan berjalan seperti biasa.

Jalanan aspal seperti di kota besar tak akan kamu temui. Di sini, hanya ada papan yang menyangga semua. Sepanjang mata memandang hanya ada lumpur, rawa, dan papan. Selain dikenal dengan kota apung, Agats juga dikenal dengan kota bebas polusi. Kota Agats memang unik! (boombastis.com)

 

Papan kayu menjadi andalan

Penghubung sarana prasarana di sana memang hanya papan kayu. Jadi kepikiran, apa jadinya jika papan kayu ini rapuh ya? (indonesiakaya.com)

Agats adalah kota bebas polusi, ini alasannya

Kendaraan bermotor yang digunakan di sini adalah motor batere atau jalan kaki. Ini disesuaikan dengan kemampuan papan kayu sebagai penyangganya. Pantesan, nggak ada polusi sedikit pun! (irhamachotbatiar.blogspot.com)

Sayang, di sini kurang pasokan air bersih

Kondisinya cukup memilukan. Masyarakat Agats bertahan dengan air hujan yang ditampung di botol-botol. Berdiri di atas rawa menyulitkan penduduk Agats mendapat pasokan air bersih. (indonesiakaya.com)

Kota kebanggaan suku Asmat

Di tengah keterbatasannya, Kota Agats terus berkembang dan menjadi salah satu tumpuan bagi suku asmat. Salut deh sama penduduknya yang bisa menerima dan berjuang di tengah keterbatasan! (penulispro.net)

NULL

Anda mungkin juga berminat