7 Fenomena Hujan Es Di Indonesia, Nomor 5 Baru Saja Terjadi

0

Beepdo.com, Jakarta – Baru-baru ini terjadi fenomena hujan es di Jawa Tengah. Fenomena hujan es di Indonesia ini tergolong sangat langka, mengingat Indonesia hanya mengenal dua musim, yaitu kemarau dan hujan air.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hujan es bisa terjadi dalam dua kondisi. Pertama, dalam masa pancaroba, hujan tidak turun selama tiga hari berturut-turut. Bila itu terjadi, maka pada hari keempat dapat terjadi hujan dalam bentuk es disertai angin kencang. Kedua, hujan tetap ada. Namun, saat pagi, pada hari tertentu terasa cukup terik, kelembaban tinggi, dan ada beda suhu yang besar dalam satu hari.

Dua kondisi itu mengakibatkan hujan es karena mengakumulasikan air dalam bentuk awan kumulonimbus, jenis awan yang pada awalnya berbentuk menyerupai bunga kol berwarna putih namun kemudian berubah jadi abu-abu.

Di Indonesia sendiri fenomena hujan ini pernah terjadi sebanyak 7 kali. Di mana saja, kita simak langsung:

1. Kota Cimahi

Hujan es di Cimahi (Josstoday)

Fenomena hujan es di Cimahi terjadi pada Sabtu 26 Maret 2016. Hujan es berupa batuan es berbentuk kelereng dengan ukuran bervariasi. Menurut BMKG, es menyerupai salju lantaran gumpalan awan yang dekat dengan permukaan bumi. Akibatnya, gumpalan awan tersebut tidak lebur dengan baik dan turun ke bumi dalam keadaan masih berbentuk kondensasi (gumpalan). Sepanjang hujan, terjadi tiga kali bulir es berjatuhan dengan waktu berselang dalam hitungan menit.

2. Trenggalek

Hujan es di Trenggalek (SuaraSurabaya)

Hujan es di Trenggalek terjadi pada November 2016. Kala itu angin puting beliung melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hujan es tersebut sempat terjadi di Desa Prambon bersamaan dengan datangnya angin kencang di wilayah Kecamatan Tugu. Intensitasnya tidak lama, hanya sekitar satu menit. Hujan es tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan rumah.

3. Bekasi

Hujan es di Bekasi (NetralNews)

Hujan es di Bekasi terjadi pada 25 September 2016. Ahad malam itu, batuan es sampai merusak beberapa atap rumah warga. Hujan turun sejak Ahad sore pukul 17.00. Batuan es itu menghujam sekitar pukul 19.00. Hujan es turun bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang. Butirannya kecil-kecil hanya sebesar butiran jagung.

4. Sleman, DIY dan Magelang, Jawa Tengah

Hujan es di Yogyakarta (PelitaKarawang)

Pada 25 Januari 2016, hujan es melanda dua wilayah tersebut. Hujan es juga terjadi di Wonokerto, Sleman, dan sekitar lereng Merapi. Juga, kabupaten Sleman sisi utara dan timur, tepatnya di Kecamatan Turi. BMKG Yogyakarta menyatakan fenomena itu terjadi karena konsentrasi awan Cumulonimbus. Awan ini merupakan awan yang pertumbuhannya vertikal. Es ini bisa jatuh karena terpental oleh petir atau karena faktor angin (golakan) turbulensi yang terjadi di awan itu.

5. Magelang, Jawa Tengah

Hujan es di Magelang, Jawa tengah (Zetizen)

Hujan es terjadi wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rabu (24/1/2018) siang ini. Kejadian tersebut berlangsung selama sekitar 10 menit. Hujan es terjadi bersamaan dengan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magelang hingga Kota Magelang bagian selatan. Hujan deras disertai angin kencang dan kemudian turun butiran es sebesar kelereng dirasakan warga di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Mereka pun heboh dengan kejadian hujan deras dengan tiupan angin kencang serta butiran es yang turun,

6. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur

Hujan es di Jakarta (Menara62)

Hujan es di Jakarta Selatan terjadi pada Selasa 28 Maret 2017. Butir-butir es sebesar kerikil berjatuhan bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Durasinya hanya sekitar beberapa menit. BMKG mengatakan fenomena hujan es tersebut tersebut bersamaan dengan siklon tropis Debby yang terjadi di timur laut Australia, yang menyebabkan terjadi konvergensi dari Sumatera Selatan sampai Nusa Tenggara Timur. Ini yang membuat pumpunan awan menjadi sangat labil, kemudian menyebabkan hujan es.

7. Surabaya, Jawa Timur

Hujan es di Surabaya (TribunNews)

Hujan deras disertai angin kencang terjadi pada 7 Maret 2017. Hujan yang juga berupa es itu berupa butiran-butiran kecil es batu. Ukurannya hampir sebesar kelereng. Turun bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang. BMKG menjelaskan, hujan es terjadi akibat posisi awan kumulonimbus berada pada ketinggian lebih dari empat kilometer di atas permukaan laut. Awan yang melewati freezing level ini membuat butiran hujan di dalam awan tak mencair, sehingga tetap berbentuk butiran es saat turun ke bumi.

Itulah 7 fenomena hujan es di Indonesia yang cukup langka. Saat kamu berkesempatan melihat fenomena ini, jangan lupa abadikan dengan kamera canggih kamu.